RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dalam memimpin BP2MI bertindak tegas tidak menginginkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BP2MI terlibat kegiatan intoleransi, radikalisme, dan anti Pancasila. Dia bahkan memberi ancaman serius memecat siapapun ASN yang terlibat kegiatan tersebut.
Koordinator Jaringan Mubalig Muda Indonesia (JAMMI), Irfaan Sanoesi memberikan apresiasi ketegasan Kepala BP2MI tersebut. Dia menyatakan, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin tegas seperti Benny Rhamdani supaya ideologi radikalisme tidak berkembang.
Begitu juga sikap intoleransi dan anti Pancasila yang dapat membahayakan kohesi sosial dan integrasi bangsa.
Baca juga : ASDP Terapkan Transaksi Non Tunai Di Pelabuhan Bajoe Dan Kolaka
"JAMMI mengapresiasi setiap Kepala Lembaga Negara yang tegas mengusung Pancasila sebagai way of life. Pak Benny sebagai Kepala BP2MI sangat tegas kepada ASN di lingkungan BP2MI yang terlibat aktivitas intoleransi, radikalisme, dan anti Pancasila. Ini patut dicontoh oleh setiap Kepala atau ketua yang duduk di instansi negara," tuturnya dalam keterangannya, Minggu (17/4).
Irfaan menerangkan, bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mejemuk mesti dijaga dan dikelola dengan baik. ASN sebagai elemen penting aparatur negara hendaknya memberikan teladan kepada masyarakat umum untuk tegas setia menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara.
Selain itu, dia juga menegaskan bahwa ASN seluruh ASN BP2MI dapat terus memegang teguh 4 dasar konsensus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca juga : BNPT Apresiasi Peran Lapas Sukseskan Program Deradikalisasi
"Konsensus ini harus terus diperkuat dan ditanamkan sebagai benteng pencegahan terhadap ancaman paparan radikalisme dan intoleransi," tegas Irfaan.
Diketahui, selama dua tahun masa kepemimpinannya sebagai Kepala BP2MI Benny Rhamdani menjadi sosok konsisten menggaungkan Bahaya laten intoleran sebagai manifestasi paham radikalisme. Sosok yang juga Ketua Umum Barikade 98 tersebut mengingatkan bahwa sikap intoleransi berupaya merusak tatanan demokrasi di Indonesia.
Karena itu, ketika dia menduduki Kepala BP2MI, sikap konsisten tersebut dia bawa ke dalam lembaga pekerja migran tersebut. JAMMI konsisten mengawal agat seluruh ASN di Kementerian dan Lembaga Negara tidak tersusupi paham radikalisme dan terus menjunjung Pancasila.
Baca juga : Sinergisitas Kementerian-Lembaga, Bukti Kehadiran Negara Cegah Paham Radikal Terorisme
Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Benny adalah melakukan webinar nasional bertajuk Pencegahan Penyebaran Paham Radikalisme dan Intoleransi Serta Penguatan Ideologi Pancasila Bagi Aparatur Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Era Digital.
Webinar diikuti peserta dari BP2MI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan International Organization for Migration (IOM). Tak tanggung-tanggung, webinar ini diikuti oleh lebih dari 366 partisipan di Zoom dan 326 partisipan di YouTube.
"Saya akan mempersilakan untuk keluar dari ASN di BP2MI bila di kemudian hari saya menemukan jajaran BP2MI yang terbukti melakukan pengkhianatan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, dengan cara ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan penyebaran sikap anti terhadap Pancasila dan penyebaran ideologi lain selain Pancasila," tegas Benny di sela-sela webinar yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.