Dewan Pers

Dark/Light Mode

Praktisi Migas: Kenaikan Harga Pertamax Karena Gejolak Pasar

Kamis, 7 April 2022 18:57 WIB
Praktisi Migas Elan Biantoro. (Foto: Zoom)
Praktisi Migas Elan Biantoro. (Foto: Zoom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Munculnya gejolak karena kenaikan harga BBM jenis Pertamax disebabkan kurangnya edukasi. Ini menjadi pekerjaan rumah alias PR bagi pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa naik-turunnya harga minyak ditentukan mekanisme pasar.

Pernyataan itu disampaikan Praktisi Migas, Elan Biantoro dalam sesi diskusi bertema Krisis Rusia-Ukraina Mahalnya Minyak Dunia yang digelar di Jakarta Journalist Center, pada Kamis (7/4).

Berita Terkait : Percepat Vaksinasi Booster, Kemendagri Dorong Pemda Jemput Bola Sampai Ke Masjid

"Selama ini kita tidak pernah mendapat sosialisasi mekanisme pasar harga (menentukan naik-turun) BBM. Ini diedukasi agar masyarakat tak kaget kalau minyak naik," ujarnya.

Dia menilai, masyarakat Indonesia terbuai harga BBM karena disubsidi oleh pemerintah. Sehingga, tidak mengantisipasi kenaikan harga BBM di pasar, yang salah satunya disebabkan invasi Rusia ke Ukraina.

Berita Terkait : Kenaikan BBM Pertamax Tak Beratkan Masyarakat

"Pemahaman dan pemberian informasi ini bukan karena pemerintah, karena efek global. Sementara masyarakat terbuai mekanisme harga subsidi daripada mekanisme harga pasar," ucap Elan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Februari 2022 sebesar 95,72 dolar AS per barel. Sedangkan angka sementara ICP Maret 2022 sampai tanggal 17 sebesar 114,77 dolar Amerika per barel.

Berita Terkait : Airlangga Ngademin

Jika melihat harga subsidi ini, maka ada defisit. Sehingga, akhirnya pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter atau naik dari harga sebelumnya yang sebesar Rp 9.000 per liter. Sedangkan untuk harga Pertalite tetap di Rp 7.650.

"Kalau seperti sekarang (harga minyak) di atas 100 otomatis tidak bisa mengandalkan harga (subsidi) dipertahankan. Naik Pertamax," bebernya.
 Selanjutnya