Sebelumnya
Anda yakin, kalau nanti NU dan pemerintah juga akan sama dengan Muhammadiyah dalam penetapan 1 Syawal?
Kita harus terbiasa dengan perbedaan dan bangsa kita memang sudah terbiasa dengan hal demikian. Makanya muncullah istilah Bhineka Tunggal Ika. Meski kita berbeda-beda, tapi kita tetap bersatu.
Dalam hal terkait ibadah misalnya. Kita tidak hanya terbiasa dengan perbedaan menyangkut masalah kapan kita akan mulai melaksanakan puasa dan Idul Fitri atau lebaran, tapi kita juga sudah terbiasa berbeda dalam hal qunut waktu salat subuh dan tentang bilangan rakaat sholat tarawih.
Baca juga : Saifullah Yusuf, Sekjen PBNU: Depan Beda, Belakang Sama, Ini Makin Mantap
Saat penetapan 1 Ramadan kemarin, Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah maupun NU. Apakah perbedaan ini tidak akan membuat umat bingung?
Biarkanlah perbedaan itu menjadi warna dalam kehidupan keagamaan di negeri kita. Karena, perbedaan tersebut tidak menyangkut hal-hal yang bersifat ushuliyyah (pokok), tapi hanya dalam hal yang bersifat furu’iyyah atau cabang-cabang.
Maksudnya?
Baca juga : Syarief Hasan: Komitmen Kebangsaan Muhammadiyah Tak Diragukan
Sikap kita sebagai umat Islam dalam perbedaan masalah furu’iyyah, kita harus bertoleransi. Namun, dalam hal yang bersifat ushuliyyah, di situ tidak boleh ada toleransi. Kecuali kalau yang bersangkutan menyatakan dirinya keluar dari Islam, maka persoalannya menjadi lain.
Contohnya seperti apa?
Misalnya, dia menyatakan dirinya tidak percaya kepada Alquran. Maka ini sudah menyangkut masalah ushuliyyah. Jadi, tidak bisa ditolerir, karena ini sudah mengungkit dan merusak fondasi dari agama Islam itu sendiri. Karena itu tindakan yang seperti ini jelas tidak bisa dibiarkan.
Baca juga : Ketua DPR Harap Pemuda Muhammadiyah Tiru Pendahulunya
Apa pesan Anda kepada umat Muslim terkait penetapan 1 Syawal nanti?
Harapan saya, mereka juga bisa mencari tahu, mengapa Idul Fitri ini bisa bersamaan. Padahal waktu memulainya kok berbeda. Jadi kita beragama tidak taqlid atau ikut membabi buta, tapi tahu alasan dan sebab-sebabnya. Hal ini bisa membuat kita menjadi semakin cerdas dan memahami masalah. Sehingga kita bisa menerima perbedaan tersebut dengan hati yang lapang, tanpa rasa curiga dan syak wasangka terhadap yang lain. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.