BREAKING NEWS
 

Pidato "Warga NU Wajib Bahagia, PKB Sakarepmu"

Giliran Yahya Nyerang Imin

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 27 Mei 2022 06:30 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Lalu apa kata PKB? Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menegaskan, "panas-dingin" hubungan Gus Yahya dengan ketua umumnya hanya nampak di depan publik. Sebenarnya, hubungan kedua tokoh ini, baik-baik saja. Mengingat keduanya merupakan teman sejak lama.

"Orang yang membaca dari luar akan berkata itu. Kalau di dalam enggak. Pak Muhaimin dengan Gus Yahya itu kan teman baik, seangkatan, enggak ada demam," ungkap Jazilul.

Setelah kedua pihak saling membuat pernyataan, Jazilul justru bersyukur karena hubungan PKB dan PBNU malah menjadi perbincangan publik. Sehingga, tidak ada persoalan yang berarti. 

Baca juga : Gus Yahya Bikin Imin Tak Aman

"Saya senang karena orang melihatnya ada dinamika. Jadi perbincangan. Enggak ada soal," akunya.

Dia memandang, PBNU tidak sedang menyentil PKB terkait pernyataan NU tidak boleh dijadikan alat politik. Sementara PKB sudah jelas memiliki sejarah dekat dengan PBNU.

“Semua pemimpin PBNU ngomong begitu dari dulu, emang NU itu bukan parpol, tapi melahirkan parpol namanya PKB. Jadi, PKB pasti dukunglah, seperti dengan Ketum PBNU sebelumnya," cetus Jazilul.

Baca juga : Kasus Positif Nambah 623, DKI Jakarta Paling Banyak Nyumbang

Wakil Ketua MPR ini lantas memberikan sebuah analogi sederhana. "Misalkan PDIP itu NU, enggak mungkin warganya percaya. Golkar itu NU, PKS itu NU, enggak mungkin warganya percaya," katanya.

Menurutnya, publik bisa melihat dinamika ini sebagai hal yang positif. Semua dapat dilihat dari sejarah partai, kelahiran partai, dan pemimpin-pemimpinnya. Dan terpenting, kata Jazilul, adalah visi politik, karena PKB menjalankan visi politik NU.

Ketua PBNU, Ishfah Abidal Aziz menanggapi pernyataan Jazilul soal PKB sebagai alat politik NU. Menurut dia, pernyataan elite PKB itu keliru. Karena, menurutnya, politik NU merupakan politik kebangsaan untuk kesejahteraan dan kemaslahatan umat, bukan untuk partai politik tertentu.

Baca juga : Bantu Warga Isoman, NasDem Jabar Bagikan Seribu Makanan Gratis Per Hari

Bicara politik NU, Ishfah menyebut, kepentingan NU sangat luas. Contohnya, posisi NU dalam kebijakan pemerintah. NU pasti mengusulkan aturan main yang memberi dampak positif kepada umat, bangsa, dan negara. 

Lagi pula, NU tidak bicara soal politik jabatan. "Kalau kemudian diasumsikan bahwa politik lama ini bersifat parsial, soal siapa menjabat posisi apa, itu menjadi sangat kurang tepat," tandas Ishfah.

Sebab itu, sudah menjadi kebijakan PBNU agar organisasinya tidak masuk ke ranah politik praktis. "Tidak dibenarkan dalam ber-NU, dalam berorganisasi. Di NU tidak diperbolehkan, tidak dibenarkan masuk ranah politik," tegas Ishfah.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense