Sebelumnya
Tagar yang diluncurkan 27 Maret 2018 itu lang s ung melesat dan bikin heboh jagat Twitter serta dunia nyata. Hampir setiap minggu tokoh-tokoh gerakan tagar ini, seperti Neno Warisman, Ahmad Dani, dan Mardani mendeklarasikan gerakan ini di daerah.
Gerakan ini dikaitkan dengan Prabowo. Namun, sa yangnya tagar ini gagal mencapai tujuan utamanya mengganti presiden. Tagar ini perlahan mulai hilang dari jagat Twitter. Gerakan #KamiOposisi Mardani mendapat beragam respon di Twitter.
Baca juga : Oposisi Harus Samakan Visi
Yang mendukung dan memuji Mardani lumayan banyak. Seperti akun @ ma lak malakmal yang mengajak pengi kutnya ikut melambungkan tagar ini. “Tagar #KamiOposisi jadi trending. Pelopornya lagi-lagi ust @MardaniAli Sera. Awesome! Kamu berani jadi opo sisi? Ikutan yuk!” ajak dia.
“Oposisi jalan terbaik, rakyat bersama anda,” cuit @Sunajarsurya disambut yang lain. “Mantap bang. Oposisi le bih terhormat dan pasti didukung rakyat yang cerdas dan berakal. Tetap istiqomah bela kebenaran dan keadilan. Jayalah PKS!” kicau Isetiawan97. Yang ogah ikutan tagar Mardani tak ka lah banyak.
Baca juga : Mardani Insyaf, Yang Lain Kapan?
Tweeps @DimasPerma na817 menyindir dan yakin ini tak akan berpengaruh. “Buat kaos, gelang & topi juga? Gak ngaruh buat Jokowi,” ledeknya disambut nyinyiran @akent7. “Nah ini gerak cepat langsung udeh ada yang mau produksi. Segala hal lang sung berbau bisnis macam KTP Pra bowo segala.” Sekjen PSI, Raja Juli Antoni lewat akunnya, @AntoniRaja menyindir de ngan telak.
“Alkisah sebuah partai. Te riak “Kami Oposisi!” terkesan heroik. Tapi sebenarnya tak ada pilihan lagi saja. Tak seperti teman-temannya yang masih berusaha keras mengetuk pintu koalisi, khusus yang satu ini se mua sepakat bulat, “pintu sudah tertutup!” Malu hati akhirnya teriak #Kami Oposisi.” Tweeps @KiranaRambu anti bener dengan tagar ini.
Baca juga : Patung Disangka Mayat, Polisi Dobrak Galeri
“Kami RAKYAT INDONESIA tidak mau bergabung dengan kelompok kampret yang kerjanya hanya nyinyir kerja nyata Presiden Jokowi,” kicaunya diamini @Surono214. “Tagar Ali Sera nggak laku. Buktinya suara partaimu stagnan. Rak yat sudah pinter bro. Koreksi dalam-dalam tagar-tagar kamu.” Netizen dengan akun @mikirdoeloe memberi saran. “Tapi ingat om oposisi bukan berarti bebas sebar hoaks dan ujaran kebencian ya. Jaga ucapan!” imbaunya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.