Dark/Light Mode

Jika Mau Gabung Ke Pemerintah

Oposisi Harus Samakan Visi

Kamis, 4 Juli 2019 08:34 WIB
Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily. (Foto: Istimewa).
Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi berencana menambah partai politik di koalisinya. Tapi, kekhawatiran mulai muncul jika personel parpol koalisi bertambah.

Salah satu pengusung Jokowi-Ma’ruf, Partai Golkar khawatir akan rencana itu. Masalahnya, selama masa kampanye Pemilu 2019 banyak sekali program pemerintah salah satunya infrastruktur yang selalu dikritik habis-habisan. Sehingga, bergabungnya oposisi hanya akan menjadi duri dalam daging semata.

“Saya punya kekhawatiran kalau dari kubu Prabowo mau masuk (koalisi) tanpa memiliki kesamaan gagasan dengan apa yang sudah dijanjikan dalam kampanye kemarin, saya khawatir bisa menjadi katakanlah duri dalam daging,” kata Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, kemarin.

Baca juga : Pemerintah Diminta Serius Tangani Promo Jor-Joran Ojol

Bukan hanya soal infrastruktur, dalam kampanye program ke depan, Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan Kartu Sembako yang dicanangkan Jokowi juga menjadi sasaran.

Ace heran jika dahulu tidak sepakat dengan ide yang digagas, sekarang malah tertarik bergabung untuk mewujudkan.

“Ini semua ditentang oleh kubu sebelah, bagaimana kubu sebelah yang tidak mau menerima ini tiba-tiba masuk ke dalam pemerintahan. Ini logikanya tidak masuk gitu loh,” heran Ace.

Baca juga : Patuhi Arahan Pemerintah, GOJEK Berlakukan Tarif Baru di 41 Kota

Diketahui, PAN dan Partai Demokrat sudah terang-terangan membuka tawaran. Ace kemudian mempertanyakan bagaimana jaminan pemerintahan ke depan jika keduanya diajak berkoalisi.

“Apakah ada jaminan masuknya kubu Gerindra, Demokrat, PAN itu akan memberikan kenyamanan bagi pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan,” tanya Ace.

Namun demikian, dia memberikan kesempatan setiap partai oposisi bergabung. Syarat dan ketentuan tentunya menjadi modal dari tahapan. Karena melihat rekam jejak yang selalu menyerang pemerintah diharuskan menyamakan visi dan misi terlebih dahulu.

Baca juga : Golkar Imbau Seluruh Rakyat Indonesia Bersatu Kembali Dalam Pemerintahan Jokowi-Maruf Yang Terlegitimasi

“Menurut saya tidak bisa ujug-ujug masuk begitu saja. Masih ada proses. Yang terpenting adalah proses bagaimana menyamakan gagasan visi misi mereka yang seharusnya sama dulu,” pinta Ace. [MHS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.