Sebelumnya
Diingatkan Hensat, siapapun Presiden 2024 yang nanti terpilih, tidak berkewajiban melanjutkan pembangunan dan program era Jokowi. Jadi, Jokowi tak boleh beralasan, mendukung satu calon agar proyek yang dikerjakannya selama memimpin diteruskan. "Presiden sebelumnya tak memaksakan proyeknya dilanjutkan penggantinya," tegasnya.
Sejauh ini, Jokowi memang belum menentukan sikap soal siapa yang akan didukungnya di Pilpres 2024. Kalau pun ada, Jokowi baru melontarkan sinyal-sinyal. Itu pun tidak bisa dipastikan sebagai bentuk dukungan. "Urusan politik? Ojo kesusu sik. Jangan tergesa-gesa. Meskipun, meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," ujar Jokowi Jokowi saat Rakernas V Projo di Borobudur, Magelang, Sabtu (21/5).
Baca juga : Firli Nggak Enak Hati
Bolehkah Jokowi memberikan dukungan politik? Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer sependapat, sebagai kepala negara, Jokowi memang tidak boleh menunjukkan dukungannya kepada satu calon tertentu. Namun, sebagai pribadi, sah saja Jokowi mendukung tokoh dalam Pilpres 2024.
"Posisi masih menjadi kepala negara, secara etik jangan memihak. Karena akan ada konflik kepentingan. Tetapi secara pribadi boleh dong untuk saat ini," ujar Noel, sapaan akrabnya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Baca juga : 5 APM Keroyokan Kembangkan Ekosistem Mobil Listrik Di Bali
Noel pun yakin, sinyal-sinyal yang dilemparkan Jokowi mengarah kepada Ganjar Pranowo. Noel yang kini juga memimpin Relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania yakin, kode Jokowi amat jelas ke Ganjar.
"Kodenya mengarah ke Mas Ganjar. Seperti sinyal beliau di acara Projo di Magelang. Sebagai Jokowi Mania, yang kini mendukung Ganjar, merasa dapat angin segar. Dan, saat Pak Jokowi ngomong dukungan sinyal ke Ganjar, kan di luar jam kerja," tuturnya.
Baca juga : Forum Relawan Peringati Hari Kebangkitan Nasional Di Solo
Akan tetapi, jika sudah ada kandidat secara definitif diumumkan KPU, menurut Noel, secara politik, Jokowi diperbolehkan mendukung calon tertentu. "Di negara manapun, kan boleh Presiden yang mau berakhir masa jabatannya mendukung calon baru. Di Amerika, Presiden Demokrat ikut kampanye calon dari Demokrat dan sebaliknya. Tapi, saya yakin Pak Jokowi milihnya Mas Ganjar," tandasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.