BREAKING NEWS
 

BIN Resmikan Gedung Medical Intelligence ``Wangsa Avatara`` Dan Smart Campus ``Dr. (HC) Ir. Soekarno``

Hadapi Ancaman Perang Hybrid, Kita Semakin Siap

Reporter & Editor :
RIKY HANDAYANI
Selasa, 31 Mei 2022 06:40 WIB
Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri saat meresmikan Gedung Medical Intelligence “Wangsa Avatara” & Smart Campus “Dr. (HC) Ir. Soekarno” di halaman utama kampus STIN Sentul, Bogor, kemarin.

 Sebelumnya 
Jenis Ancaman Berkembang Pesat

Hal yang sama menjadi keunggulan gedung baru Medical Intelligence “Wangsa Avatara” (Pelindung Bangsa) di kawasan Komplek BIN di Pejaten, Jakarta Selatan. Gedung ini memiliki next generation sequencing (NGS) yang hanya satu-satunya di Indonesia. NGS berfungsi mendapatkan informasi genetik individu atau agen biologi seperti bakteri, jamur, virus. Juga terdapat high resolution mass spectrometry yang berfungsi mengidentifikasi senyawa, molekul, metabolit untuk meneliti target dan pengembangan obat.

Baca juga : BIN Resmikan Smart Campus Dan Medical Intelligence Wangsa Avatar, Bamsoet Beri Jempol

Selain itu, juga ada alat scanning electron microscope yang berfungsi untuk menganalisis struktur organisme seperti serangga, bakteri, ragi, dan jamur dengan hasil resolusi tinggi.

Di fasilitas Bio Safety Level 3 (BSL 3) milik Wangsa Avatara, para peneliti mampu melakukan kultur penyakit berbahaya seperti virus lassa fever, MERS, nipah, rift valley fever, serta demam berdarah. Kategori BSL 3 memungkinkan para peneliti menyimpan kultur sel, virus, serta materi genetik penyakit infeksius dengan aman.

Baca juga : Migor Curah Dikhawatirkan Harganya Meroket Kembali

Sementara di BSL 2, para peneliti bisa mengisolasi dan mengidentifikasi patogen penyebab penyakit baik itu bakteri, virus, atau jamur, serta meneliti senyawa atau obat untuk mengobati penyakit tersebut. Kedua fasilitas ini, BSL 3 dan BSL 2 bersertifikat World Biohaztec sehingga memenuhi standar biosafety dan biosecurity level dunia.

“Pandemi Covid-19 menjadi bukti ancaman di bidang medik bisa sangat massif, baik skala maupun dampaknya. Dan berdasarkan kajian para ilmuwan, ini tidak akan menjadi pandemi terakhir yang akan kita hadapi. Perubahan iklim akan memunculkan new-emerging biopathogens,” kata Budi Gunawan.

Baca juga : Jokowi Ingin Puteri Indonesia Sukseskan Pelaksanaan KTT G20

Maka, lanjut Budi Gunawan, Pembentukan Medical Intelligence Center ini merupakan upaya menjadikan BIN sebagai lembaga intelijen berkelas dunia yang siap dan mampu menghadapi ancaman yang semakin berkembang di masa depan. [RCH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense