RM.id Rakyat Merdeka - Pertemuan Joko Widodo alias Jokowi dengan Prabowo Subianto menuai berbagai reaksi dari netizen. Kebanyakan, reaksinya positif. Tapi ada juga yang belum bisa move on.
Komentar-komentar itu berseliweran dalam postingan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di akun Twitternya, @pramonoanung. Pram, sapaan akrabnya, mengunggah 4 foto yang menggambarkan momen Jokowi duduk bareng dengan Prabowo di dalam MRT. Keempat foto yang diunggah pukul 10.12 WIB, Sabtu (13/7) itu diberi caption "Alhamdulillah #Indonesiaku".
Hingga pukul 12.15 WIB, postingan itu sudah menuai 148 komentar. Sebagian besar mensyukuri momen bertemunya kedua tokoh itu. "Alhamdulillah.. Kan enak liatnya ya kalo begini," cuit @aiithegum. "Tuhan kiranya memberkati pertemuan para negarawan pagi ini," imbuh @pingkankr.
Sama seperti Jokowi dan Prabowo, netizen juga berharap momen pertemuan itu membuat kehidupan masyarakat kembali normal. "Saya sangat bersyukur atas momen pak Jokowi dan pak Prabowo bertemu usai pilpres. Semoga kehidupan bermasyarakat kembali normal, tidak lagi digerecoki hiruk pikuk politik," harap @KusmanSasono1.
Akun @teamcungkring mengingatkan soal "reputasi" Indonesia yang masyarakatnya tidak pernah bertengkar dalam jangka waktu lama.
Baca juga : Ketemu Prabowo, Jokowi: Tak Ada Cebong Dan Kampret Lagi
"Indonesia sebetulnya tidak punya reputasi bertengkar lama, cuma agak saling jaim dan berjauhan sebentar, tapi akhirnya saling kangen dan berangkulan lagi," cuitnya yang kemudian diamini oleh @IvanaWirsa. "Makanya aku gak fanatik sekali politik, kek Tom n Jerry ribut terus baikan lagi, hihihi," tulis dia.
Akun @aqiqohmandiri juga menyebut, yang ditunjukkan Jokowi-Prabowo adalah budaya Indonesia. "Suka gw nglihat pemandangan yang kek ginian... damai banget ala Indonesia 🇲🇨," pujinya.
Sebagian netizen juga memuji sikap Prabowo.
"Saya selalu percaya bahwa pak @prabowo adalah seorang negarawan sejati hanya saja sekelilingnya yang selalu menuntut beliau utk melakukan yang bukan jati diri pak @prabowo. Salam hormat pak. Semoga bisa membantu pak @jokowi untuk bersama membangun bangsa. Ada juga yang memuji Jokowi. Pak Jokowi sungguh baik hati & tidak sombong
#IndonesiaDamai," puji @INTANHambaAllah.
Baca juga : Jokowi-Prabowo Naik MRT Bareng
"Yang kemaren sudah caci maki & fitnah pak
@jokowi, buruan ambil wudhu gih...!," sambung @GaluhSaputra. Ada juga netizen yang mengingatkan bahwa pertemuan ini menghapus julukan "cebong" dan "kampret". "Usai sudah cebong & kampret, sekarang Garuda Pancasila & Merah Putih," sambung @Aone41498389 menyitir pernyataan Jokowi dan Prabowo saat menggelar konferensi pers di stasiun MRT Senayan.
Sayangnya, meski dalam konferensi pers Jokowi dan Prabowo sudah bilang bahwa tidak ada lagi "cebong dan kampret", masih ada saja yang belum move on.
Akun @Bryan02292504 misalnya, masih saja menuduh adanya kecurangan dalam Pilpres. "Tetap aja rakyat nggak terima kecurangan yang menurut mereka dilakukan oleh 01," cuitnya.
"Hormatin pendukung 01 sbg sesama WNI jelas wajib bagi gw. Bersahabat dengan mereka? Ogah," kicau @albilyas. Akun @Lampung__01 pun masih menyindir para pendukung Prabowo. "Alhamdulillahhhh....sekarang tinggal nggiring codot masuk goa… husss husssss," sindirnya.
Baca juga : Pertama Kali Pasca Pilpres 2019, Jokowi Bertemu Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus
Cuitan-cuitan itu pun disindir oleh @PikyHerdiansyah. "Kepada cebong dan kampret, selamat patah hati," selorohnya. @Adityaperrrmana pun kembali mengingatkan soal persatuan. "Ini bukan cuma soal 01 atau 02, tapi 03 persatuan Indonesia," tulisnya.
Sementara akun @ayolahsudahlah meminta rakyat bersatu dan membasmi para provokator yang menginginkan perpecahan. "Mantap jiwa!! mulai saat ini kita sama-sama basmi para provokator pengadudomba biang kerusuhan di Indonesia ini!," tegasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.