BREAKING NEWS
 

Catatan Prof Tjandra

Tragedi Kanjuruhan Dan 4 Hal Yang Mempengaruhi Dampak Gas Air Mata

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 5 Oktober 2022 15:41 WIB
Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kita semua amat berduka dengan wafatnya saudara-saudara kita sehubungan dengan tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 yang lalu.

Pemerintah kemudian membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan pada 3 Oktober 2022 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang juga penerima Anugerah Rakyat Merdeka Award 2022 sebagai “Stabilisator Politik, Hukum dan Keamanan”, dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. 

Berita menyebutkan, diharapkan dalam waktu sebulan sudah ada hasil analisa yang jelas tentang tragedi amat menyedihkan ini serta bagaimana langkah ke depannya. Tim juga telah melakukan rapat perdana mereka pada 4 Oktober 2022 malam hari.

Baca juga : Sesepuh Aremania Janji Kawal Tragedi Kanjuruhan Sampai Tuntas

Di sisi lain, pihak Kepolisian Republik Indonesia juga sudah sampai pada status penyidikan kasus ini. Komisi Disiplin PSSI juga sudah menjatuhkan beberapa sanksi pada berbagai pihak yang terlibat.

Sebelum mengambil kesimpulan apa yang menjadi penyebab jatuhnya lebih dari 100 korban jiwa, tentunya kita tunggu hasil analisa mendalam tentang sebab kematian para korban, yang mungkin terjadi akibat beberapa faktor yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya.

Dalam hal ini, salah satu faktor yang banyak dibicarakan adalah tentang bagaimana dampak gas air mata yang ditembakkan pada malam yang menyedihkan itu.

Baca juga : Soal Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Paparkan 3 Poin Penting Rapat TGIPF

Perlu diketahui bahwa dampak gas air mata dipengaruhi setidaknya oleh empat hal. Pertama, seberapa besar dosis gas yang terkena pada seseorang. Makin besar paparannya tentu akan makin buruk akibatnya.

Kedua, dampak juga akan tergantung dari kepekaan seseorang terhadap bahan di gas itu, serta kemungkinan ada gangguan kesehatan tertentu pada mereka yang terpapar.

Ketiga, dampak akan tergantung dari apakah paparan ada di ruang tertutup atau ruang terbuka, demikian juga bagaimana aliran udara yang membawa gas beterbangan. Sementara hal keempat, lamanya paparan. Makin lama terpapar, tentu makin buruk akibatnya.

Baca juga : Gerak Cepat Tuntaskan Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Sudah Kontak FIFA

Sebenarnya, secara umum dampak langsung paparan gas air mata itu tidaklah terlalu lama. Biasanya akan bertahan sampai 15-30 menit sesudah orangnya berhasil keluar dari kepulan asap gas air mata atau orangnya dibersihkan dengan proses dekontaminasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense