BREAKING NEWS
 

Rapimnas GMNI Ancol Sah Sesuai Kongres Ambon

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 25 Oktober 2022 08:39 WIB
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) GMNI ke-22 di Ancol, Jakarta, 15-17 Oktober 2022. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) di bawah kepemimpinan Imanuel Cahyadi dan Sujahri Somar sebagai Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjend) telah berhasil melaksanakan agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) GMNI ke-22 di Ancol, Jakarta, 15-17 Oktober 2022.

Namun, ada pihak-pihak yang menyebar berita bahwa pelaksanaan Rapimnas tersebut ilegal, dan mengklaim bahwa GMNI tidak pernah melaksanakan Rapimnas di Ancol.

Menanggapi berita tersebut, Ketua Bidang Politik dan Ideologi DPP GMNI kepemimpinan Imanuel-Sujahri, Bayu Andara Saputra menegaskan, Rapimnas yang diadakan di Ancol adalah yang sah dan merupakan amanat dari Kongres Ambon.

"Pelaksanaan Rapimnas di Ancol kemarin merupakan amanat dari hasil Kongres XXI di Ambon tahun 2019 yang lalu dan juga amanat AD/ART GMNI. Ini merupakan kewajiban kita sebagai pengurus di tingkatan pusat untuk melaksanakan amanat Kongres Ambon dan AD/ART organisasi GMNI," tegas Bayu dalam keterangannya, Salasa (25/10).

Baca juga : Tetap Modis, Jam Tangan Analog Tak Lekang Zaman

Bayu justru menyentil Arjuna-Dendi yang mengklaim sebagai Ketum dan Sekjend DPP GMNI yang sah. Padahal Arjuna-Dendi tak memenuhi syarat sebagai calon ketum dan sekjend karena tidak direkomendasi DPC asalnya.

"Semua DPD dan DPC yang hadir di Kongres Ambon kemarin tahu bahwa Arjuna-Dendi tak direkom oleh DPC asalnya makanya pergi dari arena persidangan kongres bersama pendukungnya. Kalau soal SK Kemenkumham, semua juga tahu ada dugaan kejanggalan," terangnya.

Bayu juga menambahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menerima laporan hasil Kongres Ambon yang dibawa oleh pihak Imanuel-Sujahri selaku Ketum dan Sekjend terpilih. Selain itu, dari awal hingga saat ini sekretariat organisasi (Wisma Trisakti GMNI) yang merupakan simbol organisasi, masih ditempati oleh kepengurusan Imanuel-Sujahri.

Adsense

"Jadi tak ada alasan untuk menyebut kegiatan yang dilaksanakan oleh GMNI di bawah kepemimpinan Imanuel-Sujahri adalah sesuatu yang ilegal," kata Bayu.

Baca juga : Pendamping Prabowo Umumin Sekalian Dong

Bayu justru menyayangkan, di saat DPC/DPD GMNI saat pelaksanaan Rapimnas mendorong upaya persatuan, pihak lawan justru berperilaku sebaliknya.

Di saat banyak pihak termasuk DPC/DPD GMNI peserta delegasi Rapimnas mendorong persatuan, mereka justru berperilaku sebaliknya. Apakah ini pertanda orientasi mereka hanya kekuasaan, tanpa memikirkan kepentingan organisasi yang lebih besar.

"Kami sangat menyesalkan sikap ini, yang menurut saya, tak layak untuk dicontoh sebagai seorang pemimpin organisasi," tegas Bayu.

Bayu menganggap, pernyataan yang dikeluarkan bahwa Rapimnas tidak sah karena reaksi kepanikan atas keberhasilan pihak Imanuel-Sujahri melaksanakan giat Rapimnas di Ancol.

Baca juga : Black Star Siap Berjuang Di Grup

"Anggapan kami, ini hanyalah bentuk kepanikan yang iri melihat kesuksesan pelaksanaan Rapimnas XXII GMNI di Ancol yang kita selenggarakan dan dihadiri ratusan DPC/DPD GMNI se-Indonesia. Silakan saja latah melaksanakan acara Rapimnas dalam waktu dekat untuk menutupi kegagalan mereka," ujar Bayu.

Bayu juga menampik soal framing yang dilakukan kelompok tertentu perihal rapimnas Ancol terlibat politik praktis. Ditegaskan, Rapimnas kemarin hanya melaksanakan keputusan kongres untuk memperkuat kaderisasi, organisasi dan ideologi.

"Siapa yang bermain politik praktis. Siapa yang justru mendukung calon wali kota dengan mengatasnamakan GMNI. Ini ibarat, maling teriak maling," tegas Bayu. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense