Dewan Pers

Dark/Light Mode

Timnas Ghana

Black Star Siap Berjuang Di Grup

Jumat, 22 Juli 2022 07:00 WIB
Timnas Ghana. (Foto: Twitter @GhanaBlackStars).
Timnas Ghana. (Foto: Twitter @GhanaBlackStars).

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski belum bisa disebut grup neraka, Timnas Ghana harus berjuang mati-matian untuk bisa bertahan. Black Star-julukan Ghana, akan berjuang di Grup H bersama Portugal, Uruguay dan Korea Selatan.

Portugal menjadi tim yang paling dijagokan di Grup H. Pasalnya, skuad Portugal saat ini juga cukup mewah. Selain Cristiano Ronaldo, mereka masih memiliki Ruben Dias, Joao Cancelo, Bruno Fernandes, Bernardo Silva hingga Rafael Leao.

Selain memiliki pemain bintang, mereka juga langganan tampil di kompetisi kelas dunia. Pada Euro 2016, tak ada yang menyangka Portugal bisa keluar sebagai juara.

Uruguay juga punya Luis Suarez dan beberapa pemain bintang yang tidak bisa diremehkan tim Ghana.

Mungkin, musuh termudah Ghana adalah Korea Selatan. Tapi yang perlu diketahui, wakil Asia ini juga punya beberapa pemain kelas Eropa. Seperti Son Heung-min, top skorer Liga Inggris musim lalu.

Ghana menjadi negara Afrika pertama yang mencapai Piala Dunia 2022 di Qatar setelah mengalahkan Nigeria. Ghana memang bermain imbang 1-1 di Abuja. Namun, mereka lolos karena menang gol tandang.

Berita Terkait : Swasta Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Ghana memang tampil lumayan. Mereka jadi juara grup setelah mencatatkan empat kemenangan, satu imbang dan satu kekalahan.

Otto Addo menjadi pelatih yang membawa Timnas Ghana lolos ke Piala Dunia Qatar 2022. Akan tetapi, Addo baru saja menerima pekerjaan baru sebagai trainer scout Borussia Dortmund.

Belum bisa dipastikan apakah Addo akan menemani skud Ghana atau tidak. Sebab, kontraknya akan berakhir pada Desember 2022.

Namun, Pemerintah Ghana telah menunjuk Chris Hughton yang dulunya sebagai Technical Assistant menjadi pangganti Addo. Kemungkinan, Hughtonlah yang akan menemani Black Satellites ke Piala Dunia 2022.

Andre Ayew melewatkan play-off melawan Nigeria karena skorsing, tetapi dia diprediksi akan menjadi bagian dari skuad untuk Qatar.

 

Saudaranya Jordan, yang telah menikmati musim yang solid untuk Crystal Palace, juga dijamin mendapat tempat di skuad jika fit. Jeff Sclupp menghadapi masa depan yang tidak pasti setelah tidak dipanggil di Piala Afrika.

Berita Terkait : Pipa Gas PGN Bocor, Jalan MT Haryono Arah Cawang Ditutup

Tiga nama tersebut penting, tapi Thomas Partey disebut akan jadi andalan Timnas Ghana. Gelandang Arsenal itu mungkin akan menjadi pemain kunci Ghana di Piala Dunia 2022.

Penampilannya untuk Arsenal musim kemarin mengagumkan. Pada usia 28, secara teoritis berada di puncak kekuatannya.

Ghana tak terlalu memiliki catatan apik di Piala Dunia. Mereka baru empat kali lolos ke ajang sepak bola terakbar tersebut. Ini akan menjadi penampilan keempat Ghana di Piala Dunia. Kali pertama Ghana lolos ke Piala Dunia yakni pada 2006.

Saat itu, wakil Benua Afrika tersebut berhasil mencapai babak 16 besar. Pada edisi 2010, Ghana mencapai perempat final dan nyaris lolos dari empat besar.

Piala Dunia 2022 bakal menyajikan tensi tinggi, salah satunya di Grup H yang diisi Ghana, Uruguay, Portugal dan Korea Selatan. Khusus buat Ghana dan Uruguay, tentu bakal sangat emosional dan berbau dendam kesumat.

Insiden Luis Suarez yang mendadak jadi kiper menepis bola pada Piala Dunia 2010, masih tetap tersimpan di memori dan ingatan Timnas Ghana.

Berita Terkait : Kuda Hitam Dari Afrika

Luis Suarez dengan tanpa sungkan menjadi pahlawan di bawah mistar gawang. Walaupun, itu sama sekali tak diinstruksikan oleh pelatihnya kala itu, Oscar Tabarez. Namun itulah Suarez. Pemain yang kadang tiba-tiba menjadi publik terheran-heran.

Pada ajang Piala Dunia yang diselenggarakan di Afrika Selatan kala itu, Ghana dan Uruguay berjumpa di babak perempat final. Jadi, bermain dengan tensi tinggi, memang sebuah keharusan.

Ghana tentu saja marah dengan kelakuan Suarez menepis bola yang hampir masuk. Tapi, berkat pengorbanan Suarez, Uruguay jadi pemenangnya.

Pertandingan kala itu berakhir 1:1. Sama-sama kuat. Ghana unggul lebih dulu melalui tendangan jarak jauh Sulley Muntari. Kiper Uruguay, Fernando Muslera dibuat tak berdaya. Lesakannya, begitu indah.

Tapi, selaku tim yang dihuni oleh Cavani, Suarez dan pemain bintang lainnya kala itu, tentu saja tak mau kalah.

Di babak kedua, Uruguay berhasil menyamakan kedudukan berkat tendangan bebas Diego Forlan. Dan, beranjaklah ke perpanjangan waktu. ■