Dewan Pers

Dark/Light Mode

Harga Minyak Mentah Naik, Rupiah Kena Imbasnya

Senin, 6 Juni 2022 09:39 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Awal pekan, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,20 persen ke level Rp 14.461 per dolar AS dibanding perdagangan Jumat (3/6) di level Rp 14.432 per dolar AS.

Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,9 persen, ringgit Malaysia menguat 0,01 persen, yen Jepang melonjak 0,22 persen, dan baht Thailand naik 0,202 persen. Sedangkan won Korea Selatan minus 0,91 persen, peso Filipina melemah 0,10 persen, dan dolar Singapura minus 0,02 persen.

Berita Terkait : PPNS Harus Cermati Perda Yang Menjadi Kewenangannya

Indeks dolar AS berada di level 102,085 menyusul kenaikan baru-baru ini dari level di bawah 102. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,56 persen ke level Rp 15.484, terhadap poundsterling Inggris minus 0,56 persen ke level Rp 18.041, dan terhadap dolar Australia melemah 0,51 persen ke level Rp 10.402.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan rupiah didorong oleh sentimen utama datang dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi. "Naiknya kembali harga minyak mentah dunia menjadi pemicu kekhawatiran inflasi," kata Ariston di Jakarta, Senin (6/6).

Berita Terkait : Pemerintah Putar Otak Tambal Kekurangan Anggaran Subsidi

Selain itu, prospek kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif juga masih mempengaruhi pergerakan nilai tukar lainnya, termasuk rupiah terhadap dolar AS. Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 14.400 sampai Rp 14.480 per dolar AS sepanjang hari ini.