Sebelumnya
“Kita masuk bisnis hydropower. Eropa tak mau beli apabila PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), semuanya tidak memenuhi semua syarat,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur Kalla Group Solihin J Kalla mengungkapkan, produksi baterai masih berpusat di China meskipun bahan bakunya berasal dari Indonesia. Dengan adanya smelter tersebut, Solihin optimistis seluruh produksi baterai EV dapat dilakukan di Tanah Air.
“Potensi nikel paling besar ada di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Halmahera. Pasar kendaraan listrik sebenarnya lumayan tapi suplainya tidak ada. Padahal penjualan kendaraan listrik di Indonesia menyentuh 1.000 mobil,” tutur Solihin di Penang Bistro Kota Kasablanka Jakarta, Sabtu (21/5).
Baca juga : Pelatihan Bisnis PT IKPP Perawang Kerek Omzet Pengusaha Makanan Ringan
Smelter yang dibangun di Palopo ditargetkan selesai pada awal tahun 2023. Perusahaan merambah di kendaraan EV, lanjut Solihin, dengan mencermati kendaraan listrik di dunia lebih hijau.
“Kami memiliki cita-cita membangun kawasan industri khusus nikel. Kawasan ini fokus pada nikel processing mulai dari nikel hingga satu step sebelum menjadi baterai,” pungkasnya.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan langsung membantah pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal pekerja di industri nikel di Indonesia dipenuhi orang China. Menurutnya, hal itu tidak benar.
Baca juga : Ekpansi Bisnis Dan Transformasi, PI Utilitas Teken 5 Kerja Sama
Luhut mengatakan, memang pada awalnya pekerja China mendominasi di awal pekerjaan konstruksi. Namun saat ini hal itu sudah tidak terjadi.
Untuk membuktikan, Luhut meminta JK agar langsung mengecek ke lokasinya. “Enggak betul, waktu construction dulu awal awal tahun 2014 ya, sekarang sudah banyak orang-orang Indonesia. Pergi saja ke sana,” kata Luhut.
Luhut pun meminta tidak ada yang meremehkan China. Menurutnya, andil China dalam perekonomian Indonesia yang masih bisa bertahan dengan baik di tengah gejolak ekonomi global sangat besar.
Baca juga : Keren! Indonesia Bisa Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global
“Dunia sekarang menghadapi tantangan yang hebat, saya ingin sampaikan Indonesia termasuk negara yang bisa mempertahankan ekonominya seperti sekarang ini. Itu sebenarnya tidak lepas dari kerja sama yang begitu hebat antara Tiongkok dengan Indonesia,” katanya.
Khususnya dalam delapan tahun terakhir, Luhut menyebut ada banyak kemajuan atas kerja sama yang konstruktif antara Cina dan Indonesia. Ia menyebut, Presiden Xi Jinping memprakarsai Belt and Road Initiative atau Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 pada 2013. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.