BREAKING NEWS
 

Laba BUMN Tembus Rp 155 T

Erick, Top!

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 7 Desember 2022 08:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/12). (Foto: Dwi Pambudo/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kondisi ekonomi dunia yang lagi lesu, ada kabar menggembirakan dari sektor BUMN. Laba konsolidasi perusahaan pelat merah pada kuartal III tahun 2022 mencapai Rp 155 triliun. Jumlah itu, naik 24 persen dibanding laba bersih tahun 2021 sebesar Rp 124,7 triliun. Atas capaian ini, Menteri BUMN Erick Thohir menuai banyak pujian. Erick, memang top!

Capaian itu dibeberkan langsung oleh Erick saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Menurut Erick, hasil ini menunjukkan kementerian yang dipimpinnya telah terkonsolidasi, semakin efisien, dan fokus pada pembangunan ekosistem.

“Dalam tiga tahun terakhir, hingga kuartal III/2022, total kontribusi BUMN kepada negara mencapai Rp 1.198 triliun dari pajak, bagi hasil, PNBP, dan dividen,” kata Erick, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

Baca juga : Dari Jakarta Ke Bandung Makin Cepat Dan Mudah

“Angka ini lebih tinggi Rp 68 triliun dari kumulatif 3 tahun tahun 2017- 2019, yang tercatat dengan angka Rp 1.130 triliun,” imbuhnya.

Erick menerangkan, dalam laporan konsolidasi per kuartal III/2022, laba BUMN sebetulnya mencapai Rp 209 triliun. Angka ini mencakup laba hasil restrukturisasi Garuda senilai Rp 54 triliun.

“Karena kami hanya bicara laba cash, maka yang Rp 54 trilliun tidak kami masukkan. Karena belum tentu ada laba non cash besar lagi tahun depan, seperti restrukturisasi ini,” papar Erick.

Baca juga : Saka Ingin Jadi Diri Sendiri

Tidak hanya itu, lanjut Erick, BUMN juga memberikan value kepada pemegang saham. Erick mengatakan, return emiten BUMN hampir 18 persen. Angka ini berasal dari 8,2 persen capital gain ditambah dengan dividen kumulatif di angka 9,8 persen. Artinya, lebih baik dari private sector yang di mana private sector itu capital gain dan dividen-nya 10,8 persen.

“Inilah kenapa kemarin bursa sangat gembira ketika kita dari BUMN bisa bekerja sama dengan bursa . Karena ketika dilihat salah satu pertumbuhan di bursa itu adalah BUMN. Kita 25 persen daripada penggerak bursa,” tambahnya.

Selanjutnya, Erick juga mengatakan, rasio utang terhadap modal diperkirakan menurun menjadi 34 persen. Angka ini terus menurun dari tahun ke tahun, khususnya dari 2021 sebesar 36 persen.

Baca juga : Samurai Biru Tetap Kesatria

Anggota Komisi VI DPR, Nusron Wahid mengapresiasi Erick Thohir telah membuat sistem laporan keuangan terkonsolidasi. Menurut dia, langkah ini sejalan dengan semangat transparansi dan pertanggungjawaban kepada publik. Dengan sistem laporan terintegrasi ini, publik bisa mengakses perkembangan keuangan BUMN secara real time.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense