Sebelumnya
Namun, Gibran yakin keberadaan jalan tol bakal menguntungkan daerah-daerah yang dilalui. Hanya saja, dampak positif tersebut perlu dikomunikasikan dengan lebih baik. "Pasti dong (menguntungkan). Tapi nanti saja setelah pertemuan. Kita juga nggak buru-buru kok," ungkapnya.
Berbeda dengan Karanganyar, Klaten, dan Sukoharjo, Bupati Lumajang Thoriqul Haq justru ingin daerahnya dilewati jalan tol. "Mas Gibran, jalan tolnya kasih ke Lumajang saja. Tidak ribet, semua setuju, tidak ada yang nolak, apalagi sudah ada Perpres. Pak Presiden sudah tanda tangan," seloroh Thoriq.
Baca juga : Maling Telepon Polisi Minta Bawain Hasil Curian
Ia heran mendengar koleganya: Bupati Karanganyar Juliyatmono, Bupati Klaten Sri Mulyani, dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani menolak pembangunan tol. Hal ini berbanding terbalik dengan Kabupaten Lumajang yang menginginkan adanya jalan tol tapi tidak kunjung terealisasi.
"Saya kan mikirnya begini. Kok ada bupati menolak tol itu, sementara kita yang ingin tol tidak dapat, itu kan menurut saya kok emane (sayang sekali) tidak dikasihkan Lumajang saja," aku Thoriq.
Baca juga : Nggak Sadar Hamil, Lahiran Di Pesawat
Di dunia maya, warganet ikut berisik dengan adanya penolakan tiga bupati terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Solo. Ada beberapa warganet berlaga jadi Gibran dan mengadu ke Jokowi. "Saya laporin Bapak. Saya anak Presiden lho," kelakar @ja_prast.
Ada juga yang mengupas mengenai latar belakang tiga bupati itu. "Bupatinya pasti nggak satu partai dah tuh. Coba kalau sama-sama Banteng, atau yang satu koalisi saja dah. Belum juga dia ngomong, pasti sudah main setuju-setuju saja bupatinya," tulis @hatniremep.
Baca juga : Pj Gubernur Jakarta Gercep Tangani Banjir
Sedangkan akun @MusafirKopinya berpendapat, penolakan tiga bupati itu ada benarnya. "Jalan tol hanya membelah keakraban antar kampung. Kalau emang niatnya untuk kemakmuran, bangun jalan umum yang lebar dan bisa diakses semua warga. Saya yakin bupatinya akan setuju," tulisnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.