Sebelumnya
Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Paulus menilai, situasi Papua saat ini sedang dalam status darurat sipil. Sebab itu, dia berharap para kepala daerah dann aparat penegak segera mengusut tuntas kasus penyanderaan. Lodewijk menjelaskan bahwa 15 orang yang disebut-sebut disandera sudah dievakuasi. Kini, kata dia, tinggal keberadaan pilot lah yang mesti ditemukan.
Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengklaim jika situasi di Nduga, Papua Pegunungan, masih kondusif. "Tidak segenting apa yang kita dengar sebetulnya. Suasananya komando kewilayahan di sana, Kodim maupun Koramil, masih kondusif," kata Dudung seusai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, kemarin.
Baca juga : Sebagian Warga AS Protes Bantuan Ke Ukraina
Namun begitu, dalam kesempatan yang sama, Dudung mengatakan, TNI AD mengirim pasukan tambahan ke Distrik Paro, Nduga. Dudung menyebut pengiriman pasukan itu dalam rangka menyelamatkan sandera hingga mengejar para pelaku penyanderaan. Dudung meminta, para prajurit yang langsung turun ke Distrik Papua tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Seperti diketahui, dalam insiden pembakaran pesawat Susi Air, sang pilot Kapten Philips Max Mehrtens disandera KKB. Saat ini, Polri sedang berupaya membuka komunikasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Baca juga : Peruri Serahkan Bantuan Pohon Warga Terdampak Bencana Rob Karawang
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Prabowo mengatakan, pihaknya sedang membuka komunikasi dengan kelompok TPNPB-OPM melalui tokoh-tokoh masyarakat. “Dengan tujuan pencarian terhadap pilot ini bisa didapatkan dengan selamat. Kita menghindari jatuhnya korban,” tegas Benny.
Oleh karena itu, ia mengatakan, TNI-Polri untuk saat ini tidak berencana untuk menggelar operasi penyelamatan di daerah Paro maupun sekitar. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.