RM.id Rakyat Merdeka - Sampai kemarin, keberadaan pilot Susi Air Kapten Mark Mehrtens yang hilang setelah insiden pembakaran pesawat Susi Air di Distrik Paro, Nduga, Papua, pada Selasa (7/2) lalu, masih misteri. Informasi mengenai pilot asal Selandia Baru itu masih simpang siur, apakah disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau hilang. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman ikut turun gunung cari sang pilot.
Sejak insiden pembakaran pesawat terjadi, tim TNI-Polri langsung melakukan pencarian. Di tengah proses itu, muncul sebuah foto yang viral di media sosial terkait Kapten Mehrtens. Dalam foto itu tampak seorang bule mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah pegunungan dengan beberapa orang Papua sedang mengangkat senjata laras panjang. Dalam narasi yang dibagikan, orang dalam foto adalah Kapten Mehrtens.
Menanggapi foto tersebut Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa menyebut foto tersebut adalah hoaks. Kata dia, dari hasil penelurusan diketahui orang dalam foto tersebut bukan Mehrtens. Kata dia, sampai saat ini TNI maupun Polri masih terus melakukan pencarian terhadap Mehrtens pasca kejadian pembajakan pesawat oleh kelompok bersenjata.
Baca juga : Setahun Absen, Tiger Woods Bakal Turun Gunung
“Personel Susi Air masih diduga bersama kelompok separatis teroris dan terus dilakukan pencarian sesuai kondisi lapangan,” kata Saleh, kemarin.
Sekadar latar saja, pesawat Susi Air mengalami hilang kontak pada Selasa, 7 Februari lalu, pukul 06.00 WIT di Bandara Paro dalam penerbangan rute Timika-Paro. Diketahui kemudian pesawat itu dibakar oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Nduga.
Usai pembakaran, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya itu menyandera pilot. Sedangkan penumpang yang merupakan warga Paro tidak disandera. Kapten Mehrtens sudah bekerja di Susi Air selama 13 tahun dan enam tahun bekerja di daerah Papua.
Baca juga : DPR: Lakukan Dong Penegakan Hukum
Menanggapi insiden ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tak tinggal diam. Eks Danjen Kopassus itu mengatakan, TNI dan Polri di Papua tengah berupaya melakukan penyelematan.
“Kodam dan Polda sedang menangani itu. Kita lihat nanti perkembangannya bagaimana,” kata Prabowo saat ditemui di Jakarta, kemarin.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun tak tinggal diam. Jenderal bintang empat ini mengatakan, telah mengirimkan pasukan tambahan untuk mencari keberadaan sang pilot. Pemberangkatan pasukan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dudung datang langsung ke Halim dan melihat proses pemberangkatan. Kedatangannya untuk memberikan dukungan moril bagi prajurit yang akan terbang ke Papua.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.