RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan untuk melanjutkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggema di acara peringatan 25 tahun reformasi yang digelar oleh Barikade 98.
Organisasi yang diketuai Benny Rhamdani itu, tidak ingin rezim Orde Baru kembali berkuasa melalui Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Daripada Orde Baru dan kekuatan intoleran berkuasa di republik ini, lebih baik Jokowi lanjut tiga periode," tegas salah satu orator Barikade 98, Hengki Irawan di Markas Barikade 98, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/5).
Orasi tersebut disambut teriakan, "Jokowi riga periode," para aktivis dan massa aksi Peringatan 25 Tahun Reformasi.
Baca juga : Barikade 98 Waspadai Kembalinya Rezim Orde Baru
Sebelum menggelar acara puncak peringatan 25 tahun reformasi di Markas Barikade 98, ribuan aktivis dan massa aksi melakukan kegiatan jalan santai di car free day, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Mereka kompak memakai setelan pakaian berwarna hitam, dan melakukan kegiatan dengan tertib di tengah ribuan warga yang tengah berolah raga.
Usai memutari Bundaran Hotel Indonesia (HI), para aktivis ini kembali berkumpul di Sarinah, dan kembali berjalan menuju Markas Barikade 98 di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat.
Di lokasi tersebut, ribuan aktivis berorasi, dan menyanyikan lagu-lagu reformasi dan aksi mahasiswa.
Baca juga : Ketemu PM Kishida, Jokowi Bahas 6 Poin Penting, Termasuk MRT Dan IKN
Ketua Barikade 98, Benny Rhamdani mengatakan, pihaknya masih wait and see dalam menentukan sosok calon presiden (capres) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Ia memastikan, Barikade 98 akan mengikuti arah dukungan Presiden Jokowi.
"Kalau ditanya, Barikade 98 kemana, kami belum menentukan sikap. Sebab, yang muncul belum kita anggap baik, kami hanya tunduk kepada keputusan Jokowi," ujar Benny.
Barikade 98 memiliki komitmen untuk mencari seorang pemimpin yang mampu merawat dan menjaga cita-cita suci reformasi seperti Presiden Jokowi.
Karenanya, kata dia, kemana keputusan Presiden Jokowi berada, Barikade 98 akan mengikutinya. "Dukungan kita lurus kepada Presiden Jokowi," tegasnya lagi.
Baca juga : Jokowi Puji Relawannya Cari Capres Lewat Musra: Suara Akar Rumput, Bukan Elit!
Lebih lanjut, ia berharap, Presiden Indonesia selanjutnya miliki keberanian seperti Jokowi dalam melawan tekanan asing. Dalam pandangannya, tidak ada negara yang bisa memaksa Presiden Jokowi dan Indonesia untuk menjual bahan mentah sumber daya alam (SDA).
"Pak Jokowi katakan, dalam acara internasional, Indonesia miliki hak dari negara berkembang menjadi negara maju. Indonesia memiliki kekayaan SDA, seperti gas, nikel, hingga batu bara. Jadi, Indonesia berhak mengelolanya melalui hilirisasi dan industrialisasi," pungkas Benny. â–
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.