RM.id Rakyat Merdeka - Januari menjadi bulan istimewa bagi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), yang merayakan ulang tahunnya ke-58 tepat pada 10 Januari 2024. Perdoski pun melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka HUT Ke-58 yang digelar pada 7-25 Januari 2024.
Kegiatan yang diadakan antara lain webinar dan workshop edukatif baik luring dan daring, bakti sosial, diskusi panel, hingga penyebaran informasi melalui radio, televisi, dan media sosial yang dilaksanakan 29 Perdoski Cabang dan 13 Kelompok Studi.
Tema yang diangkat tahun ini yaitu "Perdoski menjadi Rumah Bersama sebagai Organisasi yang Solid dan Bersatu". Ketua Umum Perdoski, Prof M Yulianto Listiawan, menyatakan tema ini memiliki makna yang luas bagi Perdoski maupun bagi masyarakat.
Kata dia, sekian lama mendampingi masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan kulit, tahun ini Perdoski fokus untuk memperluas informasi dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, dokter umum, dan dokter spesialis lainnya tentang kompetensi dan peran aktif dokter spesialis DVE dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia serta memperkuat peran, solidaritas, dan sinergi antar anggota Perdoski. Sehingga Perdoski menjadi rumah bersama sebagai organisasi yang solid dan bersatu.
Baca juga : Kumpulkan Pemuda Pancasila Purbalingga, Bamsoet Sosialisasi 4 Pilar MPR
"Peringatan HUT Perdoski tahun ini fokus meningkatkan kontribusi baik dalam internal organisasi Perdoski maupun peran serta di masyarakat. Seperti penguatan kompetensi anggota hingga peningkatan etika profesi anggota Perdoski untuk kesehatan pasien," ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (1/2).
Termasuk di antaranya adalah edukasi berkelanjutan tentang perubahan nomenklatur Sp.KK/Sp.DV menjadi Sp.DVE atau Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika kepada masyarakat luas. "Sangat penting untuk terus menginformasikan perubahan ini demi kenyamanan masyarakat dalam berobat dan berkonsultansi serta menghindari keraguan, kekhawatiran akan kompetensi dari Sp.DVE,” lanjut Yulianto.
Nomenklatur baru tentang gelar Sp.DVE tertuang dalam tiga. Pertama, Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Nomor 99 tahun 2021 tentang standar Pendidikan Profesi Dokter Subspesialis Dermatologi dan Venereologi.
Kedua, Salinan Keputusan DIrektur Jendral Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 163/E/KPT/2022 tentang Nama Program Studi Pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi. Ketiga, Surat Pemberitahuan Kolegium Dermatologi dan Venereologi Indonesia (KDVI) Nomor 1322-1/Kolegium-DV/VIII/2022 mengenai Pemberitahuan Perubahan Nomenklatur dan Gelar.
Baca juga : Yuk, Cermat Atasi Hoaks Di Media Sosial
Ruang lingkup dokter Sp.DVE menangani berbagai kelainan kulit peradangan, infeksi, tumor dan bedah kulit, alergi, hingga infeksi menular seksual, serta menangani berbagai tindakan kosmetik medik seperti laser, injeksi botox, microneedling, peeling, filler, threadlift, bedah kulit dan berbagai tindakan di bidang estetika lainnya. Seluruh ruang lingkup Sp.DVE mencakup seluruh rentang usia, dari bayi hingga lansia.
Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004 dan Influencer turut berbagi sudut pandang mengenai ini. Dia awalnya sempat bertanya-tanya tentang gelar Sp.DVE yang mulai digunakan beberapa dokter, apa bedanya dengan Sp.KK? Kemudian, Sp.DVE menangani apa saja?
"Ada kekhawatiran, betul tidak ya, apakah saya ditangani dokter yang tepat? Setelah memahami bahwa memang terjadi perubahan gelar, saya menjadi tenang dan tidak khawatir lagi. Informasi perubahan gelar ini penting sekali untuk mengedukasi diri sendiri dan keluarga agar terhindar dari kebingungan dan salah paham, terlebih sangat perlu untuk memahami kompetensi Sp.DVE agar tepat memilih sesuai kebutuhan kesehatan kita,” ucapnya.
Penyebaran informasi perubahan gelar Sp.DVE ini sejalan dengan berbagai agenda perayaan ulang tahun Perdoski ke-58 yang hadir melalui webinar, workshop, dan bermacam lainnya. Ketua Panitia HUT ke-58 Perdoski sekaligus Ketua Bidang Sosial dan Kerjasama dr. Andreas Widiansyah, menyampaikan, Perdoski selalu berupaya berkontribusi dan terlibat di tengah masyarakat dengan berbagai aktivitas yang nyata.
Baca juga : Dapil Kalbar I: Semua Kuat, Pertarungan Bakal Sengit
"Kami menyadari sepenuhnya bahwa saat ini perkembangan dunia digital sangat masif sehingga beragam webinar, penyebaran informasi dan kegiatan interaktif dimaksimalkan dengan memanfaatkan channel dan platform digital seperti sosial media. Webinar, workshop, diskusi panel dan penyebaran informasi terus digencarkan secara digital tanpa meninggalkan partisipasi di dunia nyata seperti bakti sosial dan seminar umum,” ucapnya.
Ketua Umum Perdoski menambahkan, perayaan kali ini memberikan sejumlah responsibilitas bagi seluruh anggota Perdoski untuk juga menjadi momen untuk berkomitmen dalam mengedukasi berbagai lapisan masyarakat untuk mengetahui perubahan gelar Sp.KK/Sp.DV menjadi Sp.DVE. “Sejak akhir 2023 gelar Sp.KK/Sp.DV berubah menjadi Sp.DVE. Masyarakat tidak perlu khawatir karena kompetensi Sp.KK/Sp.DV sama dengan dokter Sp.DVE. seluruh dokter spesialis kulit ini sahih sesuai bidang yang dipelajari,” ungkap dokter Wawan, panggilan akrab Yulianto Listiawan
Segenap dokter Sp.DVE dinaungi satu organisasi, yakni Perdoski. Saat ini, Perdoski menaungi 29 Perdoski Cabang yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura dan juga 13 Kelompok Studi. Terdapat lebih dari 2.900 Anggota Perdoski, yang terdiri dari hampir 2.400 dokter Sp.DVE dan 500 Anggota Muda Perdoski yang sedang menempuh pendidikan DVE.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.