BREAKING NEWS
 

Nolak Jadi Menteri Lagi, Luhut Maunya Jadi Penasihat Prabowo

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 20 Mei 2024 09:22 WIB
Presiden terpilih Prabowo Subianto (kiri) bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat ulang tahun Luhut. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menolak tawaran Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk jadi menteri. Luhut maunya jadi penasihat Presiden. 

Hal tersebut disampaikan Luhut usai menghadiri upacara Segara Kerthi yang digelar di Bali, Sabtu (18/5/2024). Kata Luhut, Prabowo pernah meminta kepadanya untuk kembali menduduki kursi menteri. Akan tetapi, Luhut menolak permintaan tersebut. 

"Beliau sudah meminta (jadi menteri).  Saya tidak (lanjut)," kata Luhut.

Baca juga : Menteri Basuki Sebut Ritual Pemurnian Air Jadi Ajang Promosi Wisata Bali

Luhut menolak permintaan Prabowo dengan alasan kuat. Karena sejak awal Luhut sudah berjanji kepada dirinya dan keluarganya, untuk tidak lagi disibukkan dengan urusan strategis pemerintahan. 

"Saya siap membantu sesuai permintaan beliau sebagai penasihat, kalau itu masih diminta," ujar Luhut.

Adsense

Lebih lanjut, Luhut yakin Prabowo akan melanjutkan program-program yang telah dirintis sejak periode kepemimpinan Presiden Jokowi. Tentu, kata Luhut, dengan beberapa penyesuaian. "Fondasi yang dibangun Presiden Jokowi sudah sangat baik," ucap dia. 

Baca juga : Starlink Masuk Ke Bali, Menteri Arie Jamin Data Negara Aman

Lalu apa kata Jubir Prabowo terkait permintaan Luhut tersebut? Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Luhut pantas diberi jabatan apapun. Jabatan menteri atau penasihat Presiden, dinilai Dahnil, tidak akan mengurangi optimalisasi Luhut dalam bekerja. 

"Beliau adalah tokoh yang lengkap pengalamannya, baik di dunia militer, kenegaraan, dan bisnis. Beliau juga salah satu senior Pak Prabowo," puji Politisi Gerindra ini. 

Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya urusan menteri dan penasihat Presiden kepada Prabowo selaku Presiden terpilih.

Baca juga : Di WWF 10 Bali, Luhut Nyatakan Siap Bantu Prabowo Jadi Penasihat

"Kami menghormati sepenuhnya yang menjadi keputusan Pak Prabowo terkait siapa-siapa saja yang akan diberikan amanah menjadi penasihat, ataupun untuk mengisi posisi-posisi strategis dipemerintahan mendatang. Itu menjadi hak prerogatif Presiden. Termasuk jika nanti menunjuk Pak LBP (Luhut Binsar Panjaitan) sebagai penasihat," jelas Ketua DPP Demokrat, Kamhar Lakumani.

Partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu meyakini Prabowo akan memilih orang-orang terbaik yang bisa bekerjasama guna mendukung kepemimpinannya. "Pak Prabowo adalah pemimpin transformatif yang telah teruji dan memiliki rekam jejak yang membanggakan. Tahu apa yang dibutuhkan untuk pemerintahannya ke depan," jelas Kamhar. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense