BREAKING NEWS
 

Minta Penyidik Tunda Pencegahan Hasto, Alex KPK: Dia Kooperatif

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 12 Juni 2024 18:28 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata membenarkan, penyidik sempat mengusulkan mencegah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto ke luar negeri, terkait penyidikan kasus Harun Masiku.

Namun, pimpinan komisi antirasuah memberikan disposisi agar pencegahan itu ditunda. Alasannya, kata Alex, Hasto bersikap kooperatif.

"Itu tadi kooperatif yang bersangkutan akan datang. Sepanjang yang bersangkutan ada di Jakarta dan menghormati hukum dan datang setiap panggilan KPK nggak ada relevansi juga dilakukan pencegahan," ujar Alex, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Dia mengatakan, pencegahan ke luar negeri dilakukan terhadap saksi atau tersangka yang berpotensi untuk kabur.

Namun, upaya itu tidak diperlukan jika pihak tersebut berada di Indonesia dan bersikap kooperatif.

Baca juga : Anaknya SYL Diperiksa KPK

“Kalau saksi itu kooperatif apalagi Pak Hasto sendiri mengatakan akan hadir gunanya apa dicegah?” selorohnya.

Pimpinan KPK dua periode itu juga menyebut, Hasto meminta diperiksa lagi pada Juli 2024. Sebelumnya, Hasto telah diperiksa sebagai saksi, Senin (10/6/2024).

“Saya diberi tahu akan dipanggil lagi. Cuma Pak Hasto sendiri yang akan datang sendiri jadi nggak perlu panggilan, kalau nggak salah bulan Juli yang bersangkutan minta dijadwalkan,” ungkap Alex.

Adsense

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Senin (10/6/2024), penyidik menyita handphone dan catatan milik Hasto. Barang-barang milik staf Hasto, Kusnadi, juga disita, yakni ATM dan handhphone.

Atas upaya paksa itu, pihak Hasto melaporkan penyidik KPK ke Dewan Pengawas KPK dan berencana untuk mengajukan praperadilan.

Baca juga : Ginting Keok, Tunggal Putra Habis Di Singapore Open 2024

Belakangan, KPK getol melacak keberadaan Harun Masiku dengan memeriksa sejumlah saksi.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa seorang pelajar atau mahasiswa bernama Melita De Grave, Jumat (31/5/2024).

Dalam pemeriksaan tersebut, KPK mencecar Melita mengenai pihak yang diduga mengamankan keberadaan Harun Masiku.

Melita diduga memiliki informasi yang dibutuhkan KPK terkait keberadaan Harun.

Tak hanya Melita, KPK juga telah memeriksa seorang pengacara bernama Simeon Petrus dan seorang pelajar lainnya bernama Hugo Ganda.

Baca juga : Baru Penuhi Panggilan Hari Ini, Bos Maktour Fuad Hasan Sebut KPK Kurang Teliti

Keduanya dinilai memiliki informasi penting yang dibutuhkan tim penyidik KPK dalam menelusuri keberadaan Harun Masiku.

Tak hanya soal keberadaan, KPK mengendus adanya upaya menghalangi pencarian Harun Masiku yang buron sejak awal 2020 lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense