BREAKING NEWS
 

Dukung Turunkan Angka Stunting, Nestlé Gelar Program Pendampingan Gizi

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 29 Juni 2024 07:29 WIB
Dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting, Nestle berkolaborasi dengan lintas sektor menyelenggarakan program 100 Hari Pendampingan Gizi. (Foto: Dok. Nestle)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, Nestlé berkolaborasi dengan lintas sektor menyelenggarakan program 100 Hari Pendampingan Gizi.

“Sejalan dengan inisiatif global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat yang bertujuan mendukung 50 juta anak menjalani hidup yang lebih sehat pada 2030, kami berupaya untuk terus menginspirasi masyarakat Indonesia menjalani hidup yang lebih sehat maupun membangun, berbagi dan menerapkan pengetahuan gizi," ungkap Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Samer Chedid dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).

Samer mengatakan, program 100 Hari Pendampingan Gizi ialah intervensi gizi kepada anak stunting usia 12 hingga 60 bulan, melalui pemberian satu gelas susu terfortifikasi dan satu butir telur setiap hari selama 100 hari.

Hal ini untuk menambah asupan protein dan zat gizi mikro guna mendukung peningkatkan kualitas asupan gizi sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan status gizi anak.

Baca juga : 15 Nelayan Merauke Ditangkap Di Australia, Kemlu Berikan Pendampingan Hukum

Program ini telah menjangkau lebih dari 600 anak di delapan provinsi.

Selain pemberian sumber protein hewani, kegiatan yang tidak kalah pentingnya ialah sesi edukasi bagi para kader dan orangtua mengenai pentingnya gizi, tumbuh kembang, pola asuh, dan pola hidup bersih sebagai dukungan untuk memberikan lingkungan yang baik untuk dukung tumbuh kembang anak.

Adsense

"Pemberian makanan tambahan (dapat berupa sumber protein seperti susu dan telur) selama jangka waktu tertentu dapat memberikan dampak positif terhadap status gizi anak. Serta upaya peningkatan pengetahuan gizi bagi orang tua dan kader dapat mendukung upaya perbaikan status gizi," tambah Guru Besar Pangan dan Gizi IPB Ali Khomsan.

Ali menambahkan, kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk turut mendukung program penurunan angka stunting yang diusung oleh Pemerintah Indonesia.

Baca juga : Gerakan Indonesia Membaca Sinergi dengan Program Gerakan Literasi Sekolah

Pada Januari 2023, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menyatakan prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4 persen menjadi 21,6 persen di 2022.

Meskipun turun, angka stunting ini masih berada di ambang batas dari target pemerintah yaitu 14 persen.

Pihak-pihak yang terlibat terdiri dari Pemerintah Daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK); tim Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan mewakili akademisi; Nestlé Indonesia dari sektor industri; para Kader, dan Yayasan Edu Farmers Internasional dari lembaga masyarakat.

Dimulai sejak Agustus 2023 hingga Maret 2024, program ini dilaksanakan di delapan provinsi diantaranya Ngada, NTT; Barito Selatan, Kalimantan Tengah; Lhokseumawe, Aceh; dan Rejang Lebong, Bengkulu, Pasuruan, Jawa Timur; Batang, Jawa Tengah; Karawang dan Sukabumi, Jawa Barat; dan Pandeglang, Banten.

Baca juga : Jangan Ukur Stunting Pake Alat Ala Kadarnya

“Secara berkala, kami memonitor dan mengevaluasi setiap tahapan dari rangkaian kegiatan program 100 Hari Pendampingan Gizi. Hasil evaluasi di tiga wilayah utama intervensi yaitu di Kabupaten Batang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Karawang, diketahui bahwa terjadi penurunan secara signifikan angka stunting berat sebesar 28 persen," tandas Corporate Nutritionist PT Nestlé Indonesia Eka Herdiana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense