RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar kegiatan berbagi praktik terbaik Program Berbagi Pengetahuan tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) atau Knowledge Sharing Program on Library Transformation Based on Social Inclusion, di Yogyakarta.
Ada 19 peserta dari 11 negara Asia-Pasifik atau Colombo Plan ikut dalam kegiatan ini. Ke-19 negara itu adalah Bangladesh, Bhutan, Laos, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Filipina, Vietnam, serta Indonesia.
Baca juga : Kutuk Teror Perusakan Mobil Jurnalis, Iwakum: Usut Tuntas Pelaku dan Motif
Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara Noviyanti menjelaskan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarnegara. “Kita berkumpul di sini untuk bertukar ide, berbagi praktik terbaik, dan menjalin jaringan kolaboratif yang akan membantu kita membuka potensi perpustakaan secara penuh,” ujarnya, dalam pembukaan acara, di Yogyakarta, Senin (12/8/2024).
Ini adalah kali kedua kegiatan berbagai praktik terbaik TPBIS. Kegiatan pertama digelar di Jakarta, tahun lalu, dengan jumlah peserta 18 dari 6 negara.
Baca juga : Pertukaran Tahanan Antara Rusia Dan Amerika, 24 Orang Dibebaskan
Bagi Novi, keberlanjutan kegiatan ini menunjukkan dedikasi kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030. "Kehadiran kita semua di sini, menandakan dedikasi bersama untuk meningkatkan kualitas hidup di masyarakat," ungkapnya.
Noviyanti menyampaikan, secara tradisional perpustakaan dipandang sebagai gudang buku dan manuskrip, yang tenang, tempat menyendiri, dan belajar. Namun, di dunia yang pesat ini, peran perpustakaan mengalami transformasi yang mendalam.
Baca juga : Salah Sebut Korsel Jadi Korut Di Pembukaan Olimpiade Paris, IOC Minta Maaf
“Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi ruang pasif untuk menyimpan pengetahuan, tetapi menjadi pusat komunitas dinamis yang menumbuhkan kreativitas belajar, dan kohesi sosial,” tambahnya.
Dia menyerukan komitmen untuk masa depan perpustakaan yang lebih inklusif dan berdaya guna. “Mari kita rangkul semangat kerja sama dan kolaborasi serta mari berkomitmen untuk mengubah perpustakaan kita menjadi lembaga yang dinamis, inklusif, dan berdampak," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.