RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus berupaya menguatkan PIP (Pembinaan Ideologi Pancasila) melalui kolaborasi bersama Perguruan Tinggi. Terbaru, bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Melalui Expo GIAT IX KKN Unnes di Desa Cikedung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Selasa (13/08/2024).
Turut hadir warga setempat, 200 mahasiswa KKN Mahasiswa Penggerak Pancasila di Pulosari, Pemalang. Ada juga peserta dari Paud, SD, SMP dan SMA.
"Dilandasi semangat gotong royong, BPIP berkomitmen mengoptimalkan kerja sama PIP melalu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kali ini kita berkolaborasi dengan Unnes," buka Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP, M. Akbar Hadiprabowo.
Semua pihak, lanjut Akbar, berbekal semangat gotong royong secara berkelanjutan, terstruktur, sistematis dan masif.
Baca juga : 2 Istana Megah Berdiri Di Ibu Kota Nusantara
"Kegiatan ini merupakan wujud penguatan nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat Pemalang. Khususnya di Kecamatan Pulosari," cetus eks Jubir Ditjen PAS itu.
Akbar menegaskan, Perguruan Tinggi adalah salah satu entitas komponen bangsa yang vital dalam peningkatan kapasitas SDM. Selain itu, membantu penanganan dan pencegahan beragam persoalan nasional.
"Pelaksanaan Tri Dharma pada Perguruan Tinggi mengandung pesan strategis yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila untuk membina generasi muda bangsa Indonesia. Agar memiliki pemahaman Ideologi Pancasila secara utuh dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," jelas Akbar.
BPIP, Unnes, dan Pemkab Pemalang memulai kegiatan dengan gerak jalan sehat sebagai upaya merekatkan semangat persaudaraan, persatuan, dan menjaga kebugaran tubuh. Selanjutnya, dilaksanakan atraksi kesenian, menghadirkan inovasi yang sudah dilaksanakan mahasiswa dan masyarakat dalam memberikan solusi di wilayah masing-masing selama program KKN.
Baca juga : 4 Demonstran Panjat Atap Gedung Parlemen Australia
"Ada penampilan hiburan, sebagai upaya dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-79 Tahun. Dengan berbagai aktivitas dan pertunjukan seni budaya," beber Akbar.
Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP Toto Purbiyanto menambahkan, KKN merupakan program pembelajaran yang holistik untuk menguatkan sinergitas mahasiswa. Sehingga, memiliki tanggung jawab moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuninya agar memiliki dampak positif bagi masyarakat umum.
Menurutnya, Pancasila harus senantiasa hadir dan aktual di setiap proses interaksi mahasiswa dan masyarakat dalam program KKN tersebut. Baik sebagai bekal kognitif, kompetensi psikomotorik, maupun terasa nyata secara afektif.
"Semoga dengan adanya kolaborasi dalam kegiatan ini dapat meningkatkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, persatuan dan semangat gotong royong yang terus menerus di setiap lapisan masyarakat. Sehingga nilai-nilai Pancasila akan terus lestari," terang Toto.
Baca juga : Astra Life Gelar Literasi Dan Inklusi Keuangan Tingkat SMKN Di Padalarang
Dosen Pusat KKN Unnes, Saeful Amin, mengatakan, pelaksanaan KKN di desa Cikedung mengambil tema Desa Penggerak Pancasila. Di sini, mahasiswa menggali nilai-nilai Pancasila yang sudah tumbuh dalam kultur masyarakat desa, antara lain gotong royong dan kerukunan antar umat beragama.
"Selain itu, mahasiswa juga menjalankan program utama yakni sosialisasi Pancasila dan pembuatan konten kreatif tentang Pancasila. Sehingga kita memblow-up hal-hal positif yang dapat kita angkat di desa," tukas Saeful.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.