BREAKING NEWS
 

Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, DPR Minta Usut Tuntas Motif Pelaku

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 22 November 2024 21:25 WIB
AKP Dadang Iskandar (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus polisi tembak polisi terulang kembali. Kali ini, terjadi Sumatera Barat (Sumbar). Kepala Bagian Operasi (Ka Ops) Polres Solok Selatan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dadang Iskandar, menembak kepala Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari. AKP Ulil pun wafat.

Kejadian bermula pada Kamis (21/11/2024) malam, ketika petugas Sat Reskrim Polres Solok Selatan baru saja menangkap pelaku tambang pasir batu yang masuk golongan galian C. Penanganan kasusnya dipimpin AKP Ulil.

Baca juga : Kapolri Minta Kasus Polisi Tembak Polisi Di Solok Selatan Diusut Tuntas

Sewaktu pemeriksaan berlangsung, Dadang datang dan menemui Ulil. Keduanya lalu berbincang di luar ruangan Sat Reskrim, dekat parkiran Polres Solok Selatan.

Adsense

Tiba-tiba, sekitar pukul 00.15 WIB dini hari, terdengar suara letusan tembakan. Mendengar suara tersebut, Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Solok Selatan, Aipda Tomi Yudha, dan anggotanya, Briptu Satriadi, bergegas memeriksa sumber suara. Tak disangka, keduanya menemukan Ulil tergeletak bersimbah darah di parkiran Polres. Sementara, Dadang langsung tancap gas meninggalkan tempat kejadian perkara dengan mobilnya.

Baca juga : Supervisi Polri Dan BPJS Kesehatan, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Faskes

Satreskrim Polres Solok Selatan lalu membawa Ulil ke Puskesmas Lubuk Gadang Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Sayang, nyawanya tak bisa diselamatkan. Menurut keterangan dokter Puskesmas, Ulil meninggal karena mengalami dua luka tembak. Pertama di pipi, kedua di pelipis kanan yang tembus ke belakang kepala.

Mendengar kasus ini, anggota Komisi III DPR Abdullah mendesak Polri segera mengusut motif Dadang menembak Ulil. "Saya mohon institusi Polri mengusutnya, bagaimana sebenarnya motif kasus itu terjadi," ucapnya, di Jakarta, Jumat (22/11/2024).

Baca juga : Soal Polemik Kemasan Polos Rokok, DPR Minta Semua Pihak Duduk Bersama

Politisi PKB ini juga meminta Polri terbuka dalam mengusut kasus penembakan tersebut. "Harus transparan, nggak boleh ada yang ditutup-tutupi. Ini demi nama baik Polri juga," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense