BREAKING NEWS
 

Bawa Manfaat Bagi Masyarakat Setempat

Tokoh Agama Teluk Naga Berharap Kisruh Pagar Laut Tak Batalkan PSN

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 27 Januari 2025 21:54 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh agama Teluk Naga, Fahmi Ardi, berharap kontroversi pagar laut tidak mengganggu rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan pesisir utara Tangerang.

Sebab, warga setempat menaruh harapan, PSN bisa bisa membawa kemajuan bagi daerah dan memperbaiki kehidupan mereka.

Fahmi mencontohkan wilayah Serpong, yang dahulu disebut sebagai daerah udik atau tertinggal. Namun, dengan adanya investor dan pembangunan di sana, menurut Fahmi, Serpong kini menjadi maju.

“Padahal wilayah kita berdekatan dengan bandara internasional dan memiliki laut,” jelas Fahmi.

Jika PSN maupun pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dihentikan, Fahmi yakin akan muncul reaksi keras dari masyarakat setempat.

Baca juga : Masyarakat Dikabarkan Cabut Pagar Laut Tangerang, Ini Tanggapan Dirjen PSDKP KKP

Soalnya, Fahmi mengklaim, PIK 2 sudah memberikan manfaat besar bagi warga setempat.

Khususnya, dalam penyediaan lapangan kerja maupun bantuan-bantuan lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Setiap pagi ribuan orang mulai dari Tanjung Pasir masuk ke PIK. Ribuan orang menggantungkan hidupnya di PIK. Mereka berasal dari Kecamatan Kosambi, Teluk Naga, Pakuhaji, dan lainnya” kata Fahmi.

“Kalau ada yang teriak tolak PSN, tolak PIK 2 mereka itu orang mana? Apa mereka itu orang pesisir Utara Tangerang atau orang luar? Mereka tidak tahu kultur pantura,” imbuhnya.

Adsense

Fahmi mempertanyakan pihak luar yang mengklaim memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir utara Tangerang.

Baca juga : Maman Pastikan Masyarakat Menengah ke Bawah Tak Terdampak Kenaikan PPN 12 Persen

“Warga yang bukan warga pribumi jangan teriak-teriak membela pribumi (warga asli pesisir utara Tangerang). Pribumi mana yang mereka bela? Sejak kapan mereka membela pribumi,” kritik Fahmi.

Terlebih, kata dia, isu pagar laut kemudian berkembang menjadi penghentian proyek PSN maupun PIK 2. Menurut Fahmi, hal ini tidak fair.

“PSN maupun PIK 2 sudah sangat ditunggu warga pantura khususnya. Kita sudah lama ingin wilayah kita bisa berkembang,” tuturnya.

Menurut Fahmi, pihak luar tersebut tidak tergantung dengan kelanjutan PSN maupun PIK. Tapi warga setempat yang akan menjalaninya.

“Mereka bisa pulang dan tidur enak. Bagaimana dengan kami yang punya ketergantungan lapangan kerja di sini,” ungkapnya.

Baca juga : 48 Persen Masyarakat Suka Program 1 Keluarga 1 Sarjana Ganjar-Mahfud

Warga Teluk Naga lainnya, Saepudin, mengatakan, isu tentang pagar laut maupun penghentian proyek PSN dan PIK 2 meresahkan warganya. Karena menurutnya, banyak warga yang memiliki harapan atas keduanya.

“Kalau PSN dihentikan, apakah pemerintah tidak kasihan dengan warga kami yang bekerja di PIK,” keluhnya, memelas. 

Mereka yang mempersoalkan pagar laut maupun meminta penghentian proyek PSN, menurut Saepudin, mayoritas orang luar.

“Mereka orang luar yang tidak akan kena imbas kalau PSN dihentikan,” tandas Saepudin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense