BREAKING NEWS
 

Ekonom: MBG Dongkrak Ekonomi Lokal dan Stabilkan Harga Pangan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 5 Desember 2025 14:29 WIB
Pekerja menyiapkan MBG di Dapur SPPG Kebayunan, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak yang lebih luas dari sekadar pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok B3—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Di berbagai daerah, permintaan pangan dari program ini ikut menggerakkan pasar lokal sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Ekonom dan pendiri Bright Institute, lembaga yang fokus pada kajian ekonomi dan kebijakan publik, Awalil Rizky, menilai MBG punya potensi besar sebagai penggerak perekonomian, terutama di tingkat lokal. Ia juga menyoroti perbaikan tata kelola anggaran yang terus dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pemangku kepentingan utama program tersebut.

Awalil menegaskan, MBG adalah program yang diterima sangat baik karena menghadirkan manfaat ganda. “MBG tidak hanya terkait penyediaan makanan kepada para siswa, ibu hamil, dan seterusnya, tetapi juga bisa menggerakkan perekonomian, terutama perekonomian lokal,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (5/12/2025).

Baca juga : Misbakhun Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Sumatera Pasca-Bencana

Ia menekankan pentingnya tata kelola MBG yang sehat agar manfaat anggaran besar dapat tersebar merata hingga ke daerah. Dalam konteks itu, Awalil meminta Pemerintah segera menindaklanjuti rekomendasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

KPPU pada Agustus 2025 mengeluarkan lima rekomendasi terkait kemitraan MBG agar dapat diikuti banyak pelaku usaha, termasuk UMKM. Penerapan rekomendasi tersebut diyakini dapat memastikan rantai pasok yang kompetitif dan melibatkan pelaku usaha lokal secara lebih luas.

Adsense

“Menurut saya, rekomendasi KPPU perlu digaungkan agar pasar jangan sampai menjadi tidak sehat. Misalnya, ada monopoli, oligopoli, atau segelintir pihak yang menguasai pasokan atau hal lainnya. Rekomendasi KPPU justru bisa mengatasi persoalan-persoalan yang tidak perlu,” ucap Awalil.

Baca juga : Kantongi Laba Rp 34,15 T Pertamina Tetap Menyala

Selain itu, ia menilai alokasi anggaran MBG turut berpengaruh signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama pada realisasi fiskal 2025 yang sudah mendekati akhir tahun anggaran. Kemitraan yang lahir dari MBG menjadi angin segar bagi ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, hingga memberikan pendapatan lebih stabil bagi pedagang di berbagai daerah.

Salah satu kisah sukses datang dari Tri Susanto, pedagang sayur di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Dulu, Tri hanya mengandalkan penjualan pasar yang tak menentu. Sejak bergabung dalam program MBG, nasibnya berubah. Kini ia menjadi penyuplai utama bahan pangan harian untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar 1 Purbalingga.

Dampaknya dirasakan luas. “Yang merasakan dampaknya tentu bukan hanya saya,” ujar Tri.

Baca juga : Bamsoet Minta Putra Putri 3 Matra TNI Jaga Stabilitas dan Persatuan Bangsa

“Ini juga dirasakan petani lokal karena saya mengambil bahan langsung dari mereka. Dulu harga sayur sering jatuh. Sejak ada MBG, permintaan meningkat dan harganya jauh lebih stabil,” tambahnya.

Tri bahkan mampu membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk membantu membersihkan sayuran. “Semua pihak dapat manfaat ekonominya,” tutupnya bangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense