BREAKING NEWS
 

Tito Ungkap Kondisi Terbaru

Aceh Tamiang Listrik Nyala BBM Lancar

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 4 Januari 2026 08:20 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu daerah yang terdampak paling parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November lalu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Pasokan listrik kembali menyala, sementara pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga sudah lancar, tak lagi langka.

Kondisi tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Ia menyebut, sejumlah objek vital di Aceh Tamiang, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), jaringan listrik, hingga konektivitas internet, telah berangsur normal. Meski demikian, di beberapa titik layanan masih beroperasi secara terbatas.

Tito mengaku sempat beberapa kali menghubungi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk membahas kendala kelangkaan BBM di Aceh Tamiang. Kelangkaan tersebut terjadi akibat kerusakan tangki penyimpanan SPBU yang terdampak bencana.

“Saya telepon Pak Bahlil dua minggu lalu, saat itu tiga SPBU semuanya tutup. Ketika saya datang dua hari lalu bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto, alhamdulillah ketiganya sudah beroperasi. Antrean yang biasanya panjang juga tidak terlihat, artinya pasokan cukup dan tidak langka,” kata Tito di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (3/1/2026).

Mantan Kapolri ini menambahkan, sejumlah akses dan infrastruktur strategis, termasuk jembatan dan jalur utama, kini sudah dapat dilalui kendaraan masyarakat maupun distribusi logistik.

Baca juga : Stok Awal 12,5 Juta Ton, Stop Impor Beras Lanjut Di 2026

Pemulihan juga terjadi pada sektor kelistrikan. Meski masih ada beberapa titik yang belum pulih sepenuhnya, kondisi jaringan listrik disebut jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

Tito mengenang, saat rapat koordinasi di Aceh Tamiang beberapa pekan lalu, listrik sempat padam ketika rapat baru berlangsung sekitar 30 menit.

“Memang banyak tower yang tumbang. Tapi jalur utamanya sudah normal. Main line-nya sudah bagus, jadi listrik di Aceh Tamiang sekarang sudah jauh lebih baik,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak dalam memperbaiki jaringan listrik, termasuk perbaikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang sempat roboh di jalur Arun–Bireuen.

“Saya berterima kasih kepada PLN dan semua pihak. Saat saya pertama datang ke sana, kondisinya sulit. Tapi pemerintah langsung bergerak untuk menghidupkan dan memulihkan semuanya,” ucapnya.

Adsense

Tak hanya listrik dan BBM, layanan telekomunikasi di Aceh Tamiang juga kembali aktif. Sebelumnya, banyak menara BTS roboh yang menyebabkan jaringan telepon dan internet terganggu.

Baca juga : Kehidupan Aceh Perlahan Pulih

“Terakhir saya ke sana, handphone sudah aktif dan internet berjalan. Kalau listrik, BBM, dan komunikasi sudah normal, pemerintahan dan ekonomi akan lebih cepat pulih,” beber Tito.

Meski begitu, secara umum, Tito menyebut hampir seluruh kabupaten di Aceh masih membutuhkan dukungan pemulihan. Dari total 18 kabupaten/kota, sebanyak 11 daerah dinilai sudah jauh membaik.

Sementara tujuh kabupaten masih memerlukan perhatian khusus, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

Aceh Tamiang menjadi wilayah yang paling terdampak dan hingga kini belum sepenuhnya pulih. Hal itu dipengaruhi kondisi topografi wilayah yang lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya.

“Aceh Tamiang dikatakan pulih ketika pemerintahan daerah berjalan normal. Kedua, ekonomi kembali bergerak, yang ditandai dengan aktivitas jual beli, pasar, restoran, hotel, warung, dan kafe yang hidup,” jelas Tito.

Berdasarkan pemantauannya sejak dua minggu terakhir hingga kunjungan Presiden Prabowo Subianto saat tahun baru, kondisi Aceh Tamiang dinilai terus membaik. Sejumlah restoran dan warung milik warga mulai kembali beroperasi..

Baca juga : KUHP Dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Indonesia Tinggalkan Hukum Era Kolonial

“Dua minggu lalu belum terlihat. Tapi saat kunjungan dengan Bapak Presiden pas tahun baru, sebagian warung, restoran, dan kafe sudah mulai buka,” ungkap Tito.

Sejak awal tahun, keramaian pun mulai tampak di sejumlah warung kopi dan rumah makan di Aceh Tamiang. Dalam video yang diterima wartawan, Rumah Makan Salero Awak terlihat dipadati antrean pengunjung. Bangku-bangku yang sebelumnya lengang kini kembali terisi penuh.

Selain itu, Rina Riana kembali membuka lapak warung kopinya di Aceh Tamiang. Meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan peralatan pascabencana, ia memilih bangkit dan melanjutkan usaha.

Aktivitas ekonomi juga mulai hidup kembali di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Surahim, seorang tukang sepatu asal Desa Bukit Rata, misalnya, kini telah membuka kembali tokonya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembersihan fisik pascabencana, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense