Sebelumnya
Amran merinci jumlah pengungsi di Sumatera Barat ada 9.040 jiwa, di Sumatera Utara 11.085 jiwa, dan paling banyak di Aceh mencapai 91.663 jiwa.
“Saat sekarang ini jumlah pengungsi terus berkurang dari waktu ke waktu. Harapannya, seluruh pengungsi nantinya tidak lagi berada di lokasi pengungsian,” ucap Amran.
Selain itu, Satgas juga melaporkan perkembangan pembangunan huntara. Dari total rencana pembangunan 17.231 unit huntara, hingga kini sebanyak 4.281 unit telah selesai dibangun. Sementara, Dana Tunggu Hunian (DTH) yang telah disalurkan kepada masyarakat di tiga provinsi terdampak mencapai 5.932 penerima.
Baca juga : Hapus Presidential Dan Parliamentary Threshold!
Di Aceh, pembangunan huntara yang telah rampung tercatat sebanyak 3.248 unit. Adapun warga terdampak yang memilih skema DTH mencapai 9.766 jiwa. “Rekening DTH yang sudah diterima sebanyak 2.559. Saat ini kami terus berproses dan meminta kelengkapan data di lapangan,” jelas Amran.
Sementara di Sumatera Utara, huntara yang telah dibangun sebanyak 557 unit dari rencana 962 unit. Untuk skema DTH, tercatat sebanyak 6.550 jiwa memilih bantuan tersebut, dengan realisasi penyaluran kepada 1.168 penerima.
Sedangkan di Sumatera Barat, sebanyak 476 unit huntara telah selesai dibangun dari total rencana 618 unit. Penyaluran DTH juga telah dilakukan kepada 1.685 penerima dari total 2.004 warga terdampak.
Baca juga : Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan Untuk Pengembangan Ekonomi Desa
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menargetkan seluruh penyintas bencana Sumatera akan menempati huntara sebelum Ramadan. “Targetnya sebelum puasa, seluruh masyarakat yang masih tinggal di tenda bisa dipindahkan ke huntara,” ujar Suharyanto, Senin (26/1/2026).
Terpisah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pembangunan hunian tetap untuk korban bencana Sumatera terus digenjot. Mei tahun ini, kata Maruarar, rampung.
“20 Desember kita sudah mulai membangun hunian tetap dan dalam 5 bulan ini selesai. Di masa tanggap darurat dengan mengkombinasikan CSR Yayasan teman semua sebanyak 2.603 rumah,” jelas Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Baca juga : Dishub DKI Stop Operasional Kapal Ke Kepulauan Seribu
Adapun pembangunan 2.603 huntap dilakukan serentak. Dimulai dari Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Sibolga, Sumatera Utara. Titik kedua Tamiang, Aceh, yang sudah berjalan. Selanjutnya menyusul di Sumatera Barat.
“Saya akan terus menggalang supaya ini bisa bergerak cepat dukungan dari pihak swasta,” tekannya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.