BREAKING NEWS
 

Warning BNPT, Sebut PBB Kasih Atensi

Awas, Terorisme Bergerak Kian Lincah Di Ruang Digital

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Jumat, 20 Februari 2026 06:40 WIB
Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono (tengah) saat menjadi pembicara dalam diskusi panel yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Foto: Dok. BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Terorisme masih menjadi ancaman global yang persisten dan adaptif. Bahkan, kini terorisme bergerak lincah di ruang digital.

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono saat menjadi pembicara dalam diskusi panel yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Jakarta, Rabu (18/2/2026). 

"Terorisme tetap menjadi perhatian serius masyarakat internasional karena terus berkembang mengikuti dinamika zaman," kata Eddy. 

Diskusi panel tersebut mengusung tema Kewaspadaan Nasional dalam kegiatan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N). Forum strategis ini diikuti peserta dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan non-ASN. 

Bahkan, lanjut Eddy, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai terorisme tetap menjadi ancaman global. PBB, kata Eddy, menggunakan istilah persisten atau pantang menyerah dan adaptif untuk menggambarkan jaringan terorisme yang tetap menjadi bahaya laten dan ancaman berkelanjutan. 

Baca juga : Ngeri, Jual Beli Rekening Sedang Marak Di Medsos

"Pola geraknya terus menyesuaikan perkembangan situasi global," ujarnya. 

Menurut Eddy, dulu kelompok teror memanfaatkan media fisik seperti selebaran dan majalah untuk menyebarkan propaganda serta hasutan. Kini, mereka beralih ke ruang digital. 

“Sekarang transformasinya jelas. Dari komando terpusat dan hierarkis menjadi terdesentralisasi. Dari penguasaan teritorial menjadi bergerak di ruang digital. Bahkan muncul pola lone wolf atau sel-sel mandiri,” jelasnya. 

Eddy menegaskan, Indonesia telah mengambil langkah strategis dalam merespons dinamika ancaman tersebut dengan mengacu pada strategi global yang ditetapkan PBB. 

Adsense

Pasca tragedi Bom Bali I Tahun 2002, kata Eddy, Indonesia langsung membentuk regulasi, meski saat itu melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Selain itu, berbagai lembaga dibentuk untuk menangani terorisme, termasuk BNPT. 

Baca juga : Pram Undur Resmikan Taman Bendera Pusaka

"Upaya ini merujuk pada UN Global Counter-Terrorism Strategy atau Strategi Kontra-Terorisme Global PBB yang memiliki empat pilar utama," bebernya. 

Pertama, mengatasi kondisi yang mendorong penyebaran terorisme. Kedua, mencegah dan memerangi terorisme. Ketiga, membangun kapasitas negara dan memperkuat peran PBB. Keempat, menjamin penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum. 

"Pendekatan penanggulangan terorisme tidak semata-mata mengandalkan penegakan hukum. Aspek pencegahan melalui penguatan dialog serta kajian mendalam terhadap akar masalah juga dikedepankan," katanya. 

Selanjutnya, kata Eddy, dalam konteks pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan, Indonesia menerapkan tujuh pilar. Yaitu, kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, deradikalisasi, penegakan hukum, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat, kerja sama dan kemitraan, serta kerja sama internasional. 

“Setiap negara harus terus berdialog dan mengkaji latar belakang terjadinya terorisme, khususnya dalam konteks kontra-terorisme,” tegasnya. 

Baca juga : Inter Milan Terpeleset Rumput Bodo

Tak hanya di tingkat domestik, Eddy mengungkapkan, Indonesia juga aktif memperkuat kolaborasi global. Dia mengatakan, pengalaman empiris Indonesia dalam menangani terorisme bahkan menjadi rujukan sejumlah negara. 

“Banyak negara belajar dari Indonesia tentang bagaimana strategi penanggulangan terorisme dijalankan secara komprehensif,” tambah Eddy. 

Eddy berharap, melalui forum yang diikuti unsur TNI, Polri, ASN, dan non-ASN ini terbangun pemahaman komprehensif mengenai kewaspadaan nasional. Terutama, kata dia, dalam menghadapi ancaman terorisme yang kian kompleks dan multidimensi. 

“Kehadiran Kepala BNPT sekaligus menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor guna memperkuat ketahanan nasional, serta memastikan upaya penanggulangan terorisme berjalan terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis global,” tandasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense