Sebelumnya
Sementara, Ketua DPW PPP Jabar versi SK DPP, Uu Ruzhanul Ulum mengklaim, soliditas internal PPP Jabar terus menguat, mulai dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC), atau pengurus tingkat kabupaten dan kota hingga anak ranting, atau pengurus tingkat kelurahan.
Bahkan, mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jabar itu optimis melipatgandakan raihan kursi Dewan PPP Jabar pada Pemilu mendatang. “Saat ini, kami memiliki enam kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jabar. Pemilu mendatang, kami targetkan, minimal 12 kursi,” cetusnya.
Lebih lanjut, Uu menyatakan, pihaknya akan memberi perhatian serius terhadap kaderisasi PPP Jabar. Sebab, pengkaderan kerap berhenti pada penanaman ideologi, namun tugas teknis kepengurusan belum dipahami detail.
Baca juga : Awas, Terorisme Bergerak Kian Lincah Di Ruang Digital
“Ke depan, seluruh pengurus mulai DPW hingga DPC akan mengikuti pendidikan keorganisasian berbasis fungsi,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekjen DPP PPP, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menyikapi polemik penunjukan Plt Ketua DPW PPP di sejumlah daerah. Dia menegaskan, seluruh kebijakan partai harus mengacu pada AD/ ART partai, serta aturan perundang-undangan yang ada dan berlaku.
Gus Yasin menyatakan, SK penunjukan Plt Ketua DPW PPP Provinsi Banten, yang dikeluarkan DPP PPP, tidak sah. Menurut dia, proses pengambilan keputusan itu tidak melalui mekanisme organisasi, tidak melalui rapat pengurus harian, serta bertentangan dengan konstitusi partai.
Baca juga : Ngeri, Jual Beli Rekening Sedang Marak Di Medsos
“Seluruh kebijakan partai harus mengacu pada AD/ART dan mekanisme partai, serta mematuhi aturan perundang-undangan yang ada dan berlaku. SK penunjukan Plt Ketua DPW PPP Banten yang dikeluarkan pada 30 Januari lalu, inkonstitusional dan tidak dapat ditaati,” tegasnya saat melakukan silaturahmi di Sekretariat DPW PPP Banten, di Serang, Jumat (13/2/2026).
Lebih lanjut, Gus Yasin mengajak seluruh kader dan pengurus DPP PPP hasil islah, merapikan struktur dan memastikan seluruh mekanisme partai berjalan sesuai AD/ART. Dia meminta, seluruh elit menjaga kondusifitas internal, sebelum mengambil langkah strategis seperti penunjukan Plt atau keputusan lain, yang berpotensi menimbulkan konflik internal.
“Kami sedang merapikan semua. Kami mengajak semua pihak kembali kepada aturan, menegakan AD/ART, mematuhi seluruh mekanisme, serta aturan perundang-undangan yang ada dan berlaku,” ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu.
Baca juga : Pram Undur Resmikan Taman Bendera Pusaka
Gus Yasin juga membantah tudingan yang menyatakan dirinya tidak aktif, atau kerap mangkir dari berbagai agenda partai, termasuk Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas). “Bagaimana saya mau hadir, kalau keputusan melakukan Mukernas tidak dirapatkan melalui pengurus harian?” ungkapnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.