BREAKING NEWS
 

Pengamat Sesalkan Mahasiswa Maki Polisi Saat Demo di Mabes Polri

Reporter : NANA MAULANA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 1 Maret 2026 23:20 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyayangkan aksi seorang mahasiswa yang memaki aparat kepolisian saat demonstrasi di Markas Besar Polri pada Jumat (27/2/2026) lalu.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang videonya viral di media sosial juga diketahui mencatut nama almamater Universitas Indonesia (UI).

Fernando menilai, tindakan tersebut tidak hanya mencederai etika akademik, tetapi juga merugikan institusi pendidikan yang namanya dibawa tanpa hak.

"Kebebasan berpendapat memang dijamin konstitusi. Namun kebebasan itu bukan ruang untuk menghina, memprovokasi, atau merendahkan aparat negara, apalagi sampai mencatut nama kampus yang tidak ada kaitannya," kata Fernando dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar, yang bersangkutan merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), bukan mahasiswa UI sebagaimana narasi yang sempat berkembang di publik.

Menurut Fernando, klarifikasi yang disampaikan oleh pihak UI juga sudah tepat dan proporsional.

Baca juga : Pengamat: Anggaran MBG Sah, DPR Setujui Secara Prosedural

Melalui Direktorat Humas, UI telah memverifikasi identitas yang bersangkutan melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan memastikan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari sivitas akademika mereka.

"Saya mengapresiasi langkah cepat UI dalam meluruskan informasi. Ini penting agar publik tidak terjebak pada framing yang keliru," ujarnya.

Fernando juga menyoroti penggunaan atribut kampus secara sepihak dalam aksi demonstrasi. Ia menilai, tindakan tersebut tidak etis dan berpotensi mencemarkan nama baik lembaga pendidikan.

Lebih jauh, dirinya mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai kelompok intelektual seharusnya menjadi teladan dalam menyampaikan kritik secara argumentatif, bukan secara emosional.

Adsense

"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kritik harus disampaikan dengan gagasan dan data, bukan dengan makian. Kalau mahasiswa sendiri kehilangan etika, bagaimana publik mau percaya pada moral force yang mereka klaim?" ucapnya.

Meski demikian, Fernando menegaskan, hak untuk berdemonstrasi tetap harus dihormati selama dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

Baca juga : Pengangguran Rela Masuk Penjara Demi Bertahan Hidup

Dirinya juga meminta aparat kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi aksi unjuk rasa.

"Demokrasi membutuhkan ruang kritik, tetapi juga membutuhkan kedewasaan sikap. Kita tidak boleh membiarkan ruang demokrasi berubah menjadi ruang caci maki," tegasnya.

Sebelumnya, UI juga telah memberikan klarifikasi terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Mabes Polri.

Demonstrasi tersebut viral setelah potongan video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga mahasiswa memaki polisi yang berjaga beredar luas di media sosial.

Melalui rilis resmi Direktorat Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional, UI menegaskan bahwa individu yang terekam dalam video tersebut tidak berafiliasi dengan kampusnya.

"Bukan mahasiswa Universitas Indonesia," demikian pernyataan resmi UI.

Baca juga : Momen Prabowo Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Mahasiswi Indonesia di Yordania

Pihak kampus menyatakan telah memverifikasi identitas individu tersebut dengan memeriksa data resmi di PDDIKTI. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa individu itu merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

UI juga menyayangkan penggunaan atribut kampus secara sepihak oleh individu tersebut saat mengikuti unjuk rasa. Kampus menilai tindakan itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik dan mencemarkan nama baik lembaga.

Meski demikian, otoritas kampus tetap menghormati keputusan mahasiswa UI yang turut berunjuk rasa. UI menilai demonstrasi merupakan hak konstitusional mahasiswa selama dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense