BREAKING NEWS
 

Penyandang Disabilitas Ini Jadi Tulang Punggung Kebersihan Dapur MBG Karanganyar

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 4 April 2026 16:24 WIB
Budi Setiawan, petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi itu, Budi Setiawan (27) sudah lebih dulu datang ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Status sebagai penyandang disabilitas tak membuat aktivitas utamanya membersihkan setiap sudut SPPG terbengkalai.

Baginya, bekerja sebagai petugas kebersihan bukan sekadar rutinitas. Ini adalah kesempatan yang selama ini ia tunggu. Konsistensi adalah kunci agar kebersihan tetap terjaga.

Dari sapu yang ia genggam setiap pagi, ada cerita tentang harapan, penerimaan, dan kesempatan kedua. Hal-hal sederhana yang kini terasa begitu berarti bagi Budi.

Baca juga : Dea Imut, Tulang Punggung Keluarga, Rela Tunda Menikah

Budi mengalami gangguan fisik pada kaki. Dia tak bisa berjalan normal, namun di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, keterbatasan itu tidak menjadi penghalang. Ia diterima bukan karena kasihan, tetapi karena kemampuannya bekerja.

“Awalnya ada lowongan sebagai petugas kebersihan di sini, jadi saya melamar. Alhamdulillah diterima,” ujarnya dengan senyum sederhana.

Lingkungan kerja yang inklusif menjadi alasan Budi betah. Ia merasa dihargai dan diperlakukan setara dengan pekerja lain.

Adsense

“Alhamdulillah senang sekali bisa bekerja dan berkumpul dengan teman-teman. Lingkungan menerima kondisi saya,” kata Budi dalam keterangan diterima, Sabtu (4/4/2026). 

Baca juga : IAG 2026 Jadi Ruang Baru Kebersamaan Diaspora Indonesia di Amerika

Penghasilan yang ia terima pun dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Sebagian ia sisihkan untuk tabungan, sebagian lagi diberikan untuk membantu keluarga di rumah. “Pertama ditabung, kedua bisa membantu keluarga,” ujar Budi.

Bagi Budi, keberadaan program MBG bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang kesempatan hidup yang lebih baik, terutama bagi difabel sepertinya dan juga masyarakat sekitar yang selama ini kesulitan mencari kerja.

Karena itu, ia berharap program tersebut tidak berhenti. Ada banyak harapan yang bergantung di dalamnya, termasuk harapannya sendiri.

“Ya, mudah-mudahan bisa berlanjut terus, supaya bisa tetap bekerja dan masyarakat sekitar juga bisa bekerja di sini,” katanya.

Baca juga : Partisipasi Publik Jadi Kunci Tekan Kecelakaan Saat Mudik Lebaran

Selama bekerja, Budi mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia menjalani hari-harinya dengan semangat yang sederhana: bekerja dengan baik dan menjaga apa yang sudah ia dapatkan.

Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas program yang telah membuka jalan baginya.

“Buat Pak Prabowo, terima kasih atas adanya dapur MBG ini, sehingga saya bisa dapat bekerja di sini dan masyarakat sekitarnya juga bisa merasakannya,” kata Budi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense