BREAKING NEWS
 

Perbedaan Di Musda Hal Biasa

Bahlil Larang Aksi Saling Pecat Sesama Kader Golkar

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 14 April 2026 06:40 WIB
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Foto: Rizki Syahputra/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan kepada seluruh skuadnya untuk tidak melakukan aksi saling pecat kader jika terjadi perbedaan pendapat secara internal partai. Termasuk, ketika terjadi perbedaan dalam dinamika politik Musyawarah Daerah (Musda).

“Jangan sampai hanya karena perbedaan dukungan, lalu ada kader yang disingkirkan. Kita ini satu keluarga besar Golkar,” tegas Bahlil dalam keterangannya, Senin (13/4/2026). 

Bahlil menceritakan, pernyataan ini sempat disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara (Malut) yang digelar di Ternate, Minggu (12/4/2026) malam. 

Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan, pentingnya menjaga soliditas internal partai. Dia mengingatkan agar tidak ada praktik pecat-memecat kader hanya karena perbedaan pilihan dalam dinamika politik Musda. 

Baca juga : Danantara Kelola Sampah Jadi Sumber Energi Listrik

"Perbedaan pandangan dalam forum Musda merupakan hal yang wajar. Tapi tidak boleh ada aksi pecat memecat," tandasnya. 

Bahlil meminta seluruh kader tetap menjaga persatuan demi kekuatan partai ke depan. Dia menegaskan, Musda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi momentum penting untuk evaluasi dan konsolidasi kekuatan partai. 

Adsense

“Dari forum inilah akan lahir gagasan, strategi, dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman,” tandas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Sebelumnya, saat menghadiri Musda Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) di Manado, Sabtu (11/4/2026) Bahlil menegaskan, komitmennya menjaga soliditas partai menghadapi kontestasi Pemilu 2029. Salah satunya, dengan menghadiri Musda. Dia mengatakan, Musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan. 

Baca juga : Tindak Lanjut Aduan JAKI Butuh Verifikasi Berlapis

“Ada tiga keputusan penting yang lahir dari forum ini, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, menetapkan pokok-pokok pikiran program kerja serta rekomendasi, dan memilih Ketua DPD I untuk periode selanjutnya,” ujarnya. 

Bahlil menekankan pentingnya evaluasi kepengurusan sebelumnya sebagai dasar merumuskan kebijakan politik dan program strategis ke depan. Selain itu, dia menugaskan ke pengurusan baru DPD Golkar Sulut untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi pada Pemilu 2029. 

Tak hanya soal kursi, Bahlil juga meminta agar Partai Golkar dapat menempatkan kadernya sebagai pimpinan di seluruh DPRD kabupaten/kota di Sulut. Saat ini, kata dia, dari 15 kabupaten/kota di Sulut, baru 11 yang memiliki pimpinan dari Partai Golkar. 

"Ini menjadi tugas pengurus baru agar seluruh daerah memiliki pimpinan dari Golkar,” ujarnya. 

Baca juga : Liverpool Vs PSG, Kenangan Comeback Bersejarah

Dalam kesempatan itu, Bahlil yang didampingi Sekjen Muhammad Sarmuji dan Bendahara Umum Sari Yuliati menegaskan, kunci keberhasilan partai adalah soliditas internal. Dia mengatakan, tidak ada kekuatan politik yang bisa menjalankan misi tanpa persatuan. 

"Siapa pun yang terpilih harus merangkul semua pihak, tidak boleh ada kubu-kubu,” tegas Bahlil. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense