BREAKING NEWS
 

Istana Nyatakan Tidak Ada Reshuffle Menkeu

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 9 Juni 2026 08:28 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kanan) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan). (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tidak ada rencana reshuffle kabinet. Istana meminta publik tidak termakan isu-isu yang liar.

"Tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Pemerintah juga belum memiliki agenda reshuffle Kabinet Merah Putih," tegas Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Prasetyo meminta publik tidak mengaitkan berbagai nama yang beredar dengan isu pergantian menteri. Nama-nama yang beredar bukan berasal dari Pemerintah.

"Berkali-kali sudah kami sampaikan, tidak ada rencana reshuffle. Mohon maaf sekali lagi, jangan kait-kaitkan nama tokoh A, B, dan C dengan isu yang beredar atau berkembang. Karena memang sesungguhnya tidak sedang ada rencana pergantian," tegasnya.

Ia memastikan, jalannya pemerintahan tidak ditentukan oleh rumor yang beredar. "Kita bekerja tidak berdasarkan isu," ucap politisi Partai Gerindra itu.

Baca juga : Jemaah Haji Bergeser Ke Madinah, Hotel Mewah Menanti

Prasetyo melanjutkan, kalau Presiden Prabowo Subianto memandang perlu penyegaran kabinet, keputusannya akan disampaikan secara terbuka kepada publik. “Ada waktunya nanti akan disampaikan kepada masyarakat," jelasnya.

Sejak pekan lalu, memang ada isu Purbaya akan mundur dari posisi Menteri Keuangan. Purbaya sendiri sudah membantah rumor ini saat konferensi pers APBN KiTA Edisi Juni 2026, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Sambil tertawa, Purbaya menegaskan, rumor yang berkembang itu cuma gosip. 

Dalam konferensi pers itu, Purbaya menyinggung besarnya perhatian publik terhadap gosip dirinya akan mundur dibandingkan capaian positif sektor perbankan. Padahal, terdapat peningkatan penyaluran kredit di sejumlah bank milik negara yang mencerminkan kondisi ekonomi masih bergerak baik. Kredit di Bank Rakyat Indonesia (BRI) tumbuh 13,8 persen pada Mei 2026. Sementara pembiayaan di Bank Syariah Indonesia (BSI) meningkat lebih dari 10 persen dan kredit di Bank Tabungan Negara (BTN) tumbuh sekitar 15 persen. 

Adsense

"Kenapa nggak nulis itu? Nggak menarik ya? Yang menarik nulis Menteri Keuangan mau mundur katanya, ha ha ha ha," kata Purbaya, sambil tertawa.

Ia heran karena informasi mengenai pertumbuhan kredit perbankan yang menunjukkan aktivitas ekonomi positif justru kurang mendapat perhatian publik. "Itu kan tiga bank besar seperti itu keadaannya, tapi kita semua luput meng-cover itu. Untuk saya, agak aneh. Bahkan bank-nya juga nggak mau publish tadinya kan. Bagus tuh ngomong dong, baru dia ngomong," ujar Purbaya. 

Baca juga : Timnas Iran Dilarang Nginap di Amerika

Ia kembali membantah rumor akan mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Negara. Bahkan, Purbaya sempat berseloroh dirinya lebih memilih melangkah ketimbang mundur.

"Mundur? Saya itu orangnya nggak suka mundur. Saya sukanya maju,” tegasnya.

Purbaya tidak tahu awal mula munculnya rumor tersebut. Dia menduga ada pihak tersebut yang sengaja menyebar rumor itu. “Itu masif disebar ke semua media kayaknya," ucapnya.

Pelantikan Pejabat Baru

Senin (8/6/2026) sore, di Istana Negara, Jakarta, memang ada pelantikan pejabat baru, tapi bukan reshuffle kabinet. Yang dilantik adalah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Trenggono, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal 

Usai dilantik, Nanik menyatakan akan menghentikan sementara penambahan dapur baru program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya untuk melakukan penataan menyeluruh terhadap pelaksanaan program. 

Baca juga : DPR-Pemerintah-BI Bersatu Kuatkan Rupiah

Saat ini terdapat 27.877 dapur yang tercatat berdasarkan virtual account. Namun, BGN memutuskan untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap sebaran dan kapasitas layanan dapur, sebelum membuka unit baru. "Kami melakukan efisiensi melalui moratorium dapur-dapur baru," jelas Nanik. 

Sementara, Said Iqbal mengungkapkan alasan bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ia menyatakan, keputusan itu diambil setelah diskusi dengan kalangan serikat pekerja. "Kami memutuskan untuk berjuang juga melalui dari dalam," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense