BREAKING NEWS
 

Hadiri Penas Di Gorontalo, Gobel: Pertanian Harus Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 20 Juni 2026 19:29 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming (dua kiri) bersama Anggota Komisi VI DPR Rachmat Gobel (tiga kiri) menghadiri pembukaan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Foto: Penas

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel mengajak seluruh peserta Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 menjadikan ajang tersebut sebagai momentum memperkuat kemandirian pangan nasional. Menurutnya, sektor pertanian dan perikanan harus menjadi fondasi utama ekonomi nasional sekaligus penopang ketahanan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Gobel usai menghadiri pembukaan Penas Petani dan Nelayan XVII di kawasan olahraga Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

“Dalam konteks ini, sektor pertanian dan perikanan harus menjadi fondasi ekonomi nasional,” kata Gobel.

Penas Petani dan Nelayan XVII dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan dijadwalkan ditutup Presiden Prabowo Subianto pada 24 Juni 2026.

Kegiatan empat tahunan tersebut juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, serta ribuan petani, nelayan, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya dari seluruh Indonesia.

Baca juga : Wapres Ajak Anak Panti Di Gorontalo Belanja Perlengkapan Sekolah

Menurut Gobel, Indonesia memiliki keunggulan besar untuk menjadi negara yang kuat di sektor pangan. Luas lahan, kesuburan tanah, serta jumlah sumber daya manusia yang terlibat di bidang pertanian dan perikanan merupakan modal besar yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Karena itu kekuatan Indonesia. Lahan luas, jumlah sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya sangat besar, hanya memiliki dua musim, dan tanahnya subur. Ini bukan hanya kekuatan ekonomi, tapi juga ketahanan nasional kita,” ujarnya.

Sebagai bagian dari tuan rumah, Gobel juga memperkenalkan sejumlah destinasi wisata yang dikembangkan di Gorontalo untuk menyambut ribuan peserta Penas. Di antaranya kawasan Air Panas Pentadio, Menara Pakaya, Danau Perintis, hingga Pantai Tamendao.

Menurutnya, pembangunan pertanian harus terintegrasi dengan sektor pendidikan dan pariwisata agar mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat desa.

Adsense

Karena itu, Gobel mengembangkan program 20 desa agrowisata berbasis 10 komoditas pertanian. Salah satu yang saat ini telah berjalan adalah Agrowisata Kacang di Desa Tilihuwa, Kabupaten Gorontalo.

Baca juga : Melihat Peran PT Oktasan Baruna Persada Jaga Keandalan Listrik Nasional

Program tersebut dibangun sebagai ekosistem wisata, ekonomi, pertanian, dan edukasi berbasis komunitas. Berbagai fasilitas seperti balai kerja, perkantoran, pergudangan, MCK umum, PAUD, hingga homestay dibangun dan dikelola melalui koperasi desa.

Gobel mengatakan, Penas harus menjadi wadah bagi para pelaku sektor pertanian dan perikanan untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan menjalin kerja sama antardaerah.

“Perhelatan ini harus menjadi momentum bagi para stakeholder pertanian dan perikanan untuk menunjukkan keunggulan komoditas dan produk masing-masing daerah. Dengan begitu, peserta bisa saling belajar dan berkolaborasi,” katanya.

Ia mencontohkan kolaborasi yang tengah dijajakinya dengan Kota Sukabumi untuk pengembangan budidaya kedelai. Selain itu, pengembangan kacang tanah dilakukan bersama Garudafood, sementara komoditas kakao dan kopi dikembangkan melalui kerja sama dengan Chateraise.

Lebih lanjut, Gobel menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

Baca juga : Program Pasar Rawa PLN Indonesia Power Pulihkan Mangrove dan Dongkrak Ekonomi

“Mutu dan kuantitas produk dibutuhkan oleh konsumen dan penting bagi ketahanan nasional, namun kesejahteraan petani dan nelayan juga harus terus meningkat. Inilah yang harus dicapai secara bersama-sama oleh pemerintah, petani, nelayan, dan pengusaha,” ujarnya.

Menurut Gobel, petani dan nelayan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan, persoalan bibit dan pupuk, hingga harga jual yang sering jatuh saat panen raya. Karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menilai modernisasi pertanian menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi ancaman krisis pangan global dan dampak perubahan iklim.

“Ada ancaman krisis pangan dunia. Ini harus disadari bersama. Petani dan nelayan menjadi ujung tombak ketahanan nasional dan kemajuan bangsa. Penas harus menjadi kesadaran bersama tentang pentingnya pertanian dan perikanan bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense