BREAKING NEWS
 

DPM Kementan Siapkan Minuman Vitamin C bagi Tenaga Medis di Garut

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 1 April 2020 13:40 WIB
Produk minuman vitamin C dari Eftilu untuk para dokter di Garut. (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan minuman Eftilu menyiapkan produk olahan vitamin C untuk tenaga medis di seluruh RSUD Garut, Jawa Barat. Penyediaan dilakukan untuk mendukung kebugaran dan daya tahan tubuh tenga medis selama mengobati pasien Covid-19.

Pendiri Eftilu, Rizal Fareza (29), mengatakan, sejauh ini RSUD Garut sudah memesan 600 botol produk olahan lemon vitamin C untuk kebutuhan dokter, perawat, dan relawan Covid-19. Dalam memproduksi, Eptilu bekerja sama dengan produsen sirup lemon lokal, Rizky Food.

Baca juga : Hasil Sidak Mentan, Pasokan Daging Aman Hingga Lebaran

"Kerja sama ini berhasil memberdayakan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Sawargi Garut dengan penghasilan yang cukup menjanjikan. Namun, intinya kami ingin para tenaga medis tetap sehat untuk berjuang melawan wabah Covid 19," katanya.

Adsense

Rizal memastikan, produk olahan Eftilu sangat cocok untuk menambah imunitas tubuh karena mengandung booster yang memiliki sumber vitamin C sangat tinggi. Minuman ini diharapkan menjadi pelopor kesehatan di wilayah Jawa Barat.

Baca juga : Lagi, ASN Kementan Serahkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Atasi Covid-19

Rizal adalah Duta Petani Milenial (DPM) Sigap Corona Kementerian Pertanian (Kementan) yang bertugas membantu menyediakan kebutuhan pangan berkelanjutan di tengah menjangkitnya wabah Covid-19. Perusahaan Eftilu (Fresh From Farm) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang olahan vitamin C di Garut.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), SyahruI Yasin Limpo, mengatakan bahwa keberadaan DPM merupakan bukti kuat bahwa pertanian adalah sektor penting dalam menghadapi berbagai ancaman krisis, termasuk pandemi Covid-19. Melalui pertanian, Indonesia dapat meningkatkan pertahanan tubuh yang kuat terhadap penyakit. 

Baca juga : Hasil EWS Kementan, Pasokan Cabe Aman Sampai Setelah Lebaran

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan, semua bisnis dan kegiatan di pertanian harus mematuhi SOP yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam memutus penyebaran Covid-19. "Saya meminta semua orang yang bergerak di sektor pertanian mengikuti protokol kesehatan WHO dengan menjaga jarak 1 meter saat bekerja, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari menyentuh muka terutama hidung mulut dan mata" tutupnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense