BREAKING NEWS
 

Pidato Di Peresmian B50, Prabowo Bicara Bahaya Jadi ”Bangsa Kepiting”

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Jumat, 10 Juli 2026 07:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7/2026). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyinggung mentalitas saling menjatuhkan yang saat ini masih menjadi tantangan di Indonesia. 

Prabowo mengibaratkan perilaku tersebut sebagai "bangsa kepiting". Apa itu? Yakni, sikap saling menarik ke bawah ketika ada yang berusaha naik. 

Pesan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan program mandatori Biodiesel B50 di Rest Area Tol Jakarta-Cikampek KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). 

Baca juga : Tembus 18.000/Dolar, Rupiah Lunglai

Menurut Prabowo, sikap saling menjatuhkan itu kemungkinan merupakan warisan psikologis akibat terlalu lama dijajah bangsa asing. Akibatnya, sebagian masyarakat kehilangan rasa percaya diri sebagai bangsa besar. 

"Mungkin ini karena terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing, sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri, bukan rasa rendah hati. Justru sering kita senang melihat rekan sendiri susah," kata Prabowo. 

Ia kemudian mengutip istilah "bangsa kepiting" untuk menggambarkan fenomena tersebut. "Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas, kepiting yang di bawah nurunin dia lagi. Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi," ujarnya. 

Baca juga : Diduga Terima Gratifikasi Rp 30 Miliar, Eks Sekjen MPR Ditahan KPK

"Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang. Saya tidak tahu, mungkin saudara-saudara juga punya pengalaman," sambung Prabowo.

Menurut Kepala Negara, mental iri, dengki, dan saling menjatuhkan harus segera diakhiri. Sebab, tantangan Indonesia sesungguhnya datang dari persaingan global yang semakin keras. 

"Padahal dunia ini penuh persaingan. Banyak negara yang iri sama kita, banyak negara yang benci sama kita. Kita tidak pernah benci orang, tapi nyatanya banyak yang dengki, iri, maunya ngerjain kita, jelek-jelekin kita," katanya. 

Baca juga : Lucius Karus: Regenerasi Politik Sebuah Keniscayaan

Prabowo juga menyoroti maraknya narasi negatif tentang Indonesia yang beredar di media sosial. Ia prihatin karena penyebarnya justru banyak berasal dari dalam negeri sendiri. 

Adsense

"Kampanye di sosmed, Indonesia chaos, Indonesia suram, Indonesia gelap, akan kolaps. Dia berharap kolaps. Bayangkan, orang Indonesia sendiri berharap kolaps. Jadi ini harus kita waspadai," tegasnya. 

Selain itu, Prabowo kembali menegaskan bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah saat ini adalah membersihkan Indonesia dari korupsi. "Yang harus kita lakukan adalah menghentikan korupsi, penyelundupan, narkotika, dan perjudian," tegas Presiden. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense