Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kerja Sama Modernisasi Alutsista RI-India
Pengadaan Rudal BrahMos Prioritaskan Alih Teknologi
Jumat, 10 Juli 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kerja sama pertahanan Indonesia dan India dalam pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menanggapi kesepakatan kerja sama pengadaan rudal BrahMos antara Indonesia dan India yang diumumkan pada Selasa (7/7/2026).
“Kerja sama militer dengan India merupakan langkah yang sangat baik dalam rangka memperkuat kerja sama industri pertahanan nasional dengan India,” ujar Ace di sela Jakarta Geopolitical Forum X yang diselenggarakan Lemhannas di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).
Menurut Ace, India merupakan salah satu negara yang telah membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan teknologi rudal. Pengembangan teknologi tersebut dilakukan secara profesional sehingga kualitas produknya tidak diragukan.
Baca juga : Pasca Bertemu Hakim MK, Muzani Bicara Kemungkinan Amandemen UUD 1945 Lagi
Meski demikian, Ace berharap kerja sama kedua negara tidak hanya berfokus pada pengadaan alutsista, tetapi juga mencakup alih teknologi.
“Kita harapkan ini menjadi bagian dari alih teknologi dalam kerja sama pertahanan dengan India, sebagaimana telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Narendra Modi,” katanya.
Selain alih teknologi, Ace berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi pertahanan.
“Dengan demikian, kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan industri pertahanan nasional melalui alih teknologi yang ditindaklanjuti dengan baik,” katanya.
Baca juga : Gugatan 5 DPC Ditolak PN Jakpus, PPP Bengkulu Ajak Kader Akhiri Polemik
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, Pemerintah belum dapat membuka rincian nilai kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah BrahMos.
“Informasi mengenai aspek komersial maupun teknis pengadaan, termasuk nilai kontrak, jumlah unit, dan jadwal pengiriman, penyampaiannya dibatasi dengan mempertimbangkan kepentingan pertahanan negara, keamanan dan strategi militer,” ujarnya.
Kontrak pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kemhan diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pada kesempatan yang sama, diumumkan pula perjanjian kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara (Air-to-Air Missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp. Dokumen tersebut merupakan bagian dari 16 kesepakatan kerja sama yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia.
Baca juga : B50 Stop Impor Solar, Hemat Devisa Hingga Rp 170 Triliun
Chairman Republikorp Norman Joesoef mengatakan, perjanjian tersebut menjadi landasan bagi pengembangan bersama sistem rudal udara-ke-udara untuk mendukung armada pesawat tempur Indonesia, baik generasi saat ini maupun generasi mendatang.
“Kesepakatan ini juga mempertegas pentingnya kemampuan pertahanan pesisir dalam memperkokoh postur keamanan maritim Indonesia dan menjaga perairan strategis negara,” ucap Norman. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 10 Juli 2026 dengan judul "Kerja Sama Modernisasi Alutsista RI-India Pengadaan Rudal BrahMos Prioritaskan Alih Teknologi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya