RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan penanganan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) tidak semata-mata bertujuan mencegah kerusakan jalan. Penertiban kendaraan bermuatan berlebih itu juga penting untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, menekan emisi karbon, serta meningkatkan efisiensi logistik nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut AHY, biaya logistik Indonesia saat ini masih berada di kisaran 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju yang rata-rata hanya 8 hingga 9 persen. Salah satu penyebabnya adalah tata kelola angkutan barang yang belum optimal, termasuk masih maraknya kendaraan ODOL.
Baca juga : Nekat Terjang Banjir Selama 3 Jam Demi Selamatkan Orangtua
"Kita ingin menurunkan biaya logistik nasional. Namun kendaraan ODOL bukan hanya menyebabkan inefisiensi, tetapi juga sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, korban jiwa, dan kerusakan jalan yang sangat besar," ujar AHY.
Ia mengungkapkan, pemerintah setiap tahun harus mengalokasikan lebih dari Rp40 triliun untuk memperbaiki dan memelihara jalan yang rusak akibat kendaraan bermuatan berlebih.
Karena itu, AHY menilai penegakan aturan terhadap kendaraan ODOL harus dilakukan secara konsisten melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kepolisian, serta para pelaku usaha di sektor logistik.
Baca juga : AHY: Infrastruktur Harus Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat
Menurutnya, pengurangan kendaraan ODOL akan memberikan manfaat yang luas, mulai dari menekan angka kecelakaan, memperpanjang usia infrastruktur jalan, hingga mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi.
"Ketika kita bisa mengurangi ODOL, kita tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga mengurangi angka kecelakaan dan memperpanjang umur infrastruktur jalan. Namun solusi lain juga harus disiapkan, seperti memperkuat angkutan logistik berbasis kereta api dan transportasi maritim," katanya.
AHY menambahkan, transformasi sistem logistik nasional harus dilakukan secara menyeluruh. Selain penegakan hukum terhadap pelanggaran ODOL, pemerintah juga perlu membangun alternatif moda angkutan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berdaya saing.
Baca juga : Menteri Dody Tugaskan PT PP Perkuat Jembatan Enang-Enang Demi Keselamatan Warga
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Forum tersebut turut dihadiri Senior Anchor and Director CNN Indonesia Desi Anwar, Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi, pelaku industri logistik, akademisi, komunitas, serta perwakilan berbagai kementerian yang mendorong percepatan transformasi transportasi menuju sistem yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.