BREAKING NEWS
 

Kementerian PU: Dody Hanggodo Bekerja Untuk Indonesia Tanpa Riuhnya Tepuk Tangan

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Jumat, 7 Agustus 2026 10:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak Kabinet Merah Putih terbentuk, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo membawa satu garis komitmen yang tegas: seluruh sumber daya Kementerian PU harus diarahkan untuk menyukseskan agenda pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Komitmen tersebut diterjemahkan melalui pembangunan infrastruktur baru, perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, serta pemeliharaan aset yang telah dibangun agar tetap berfungsi dan memberikan manfaat.

Ketiganya tidak dapat dipisahkan. Negara tidak hanya membutuhkan proyek baru, tetapi juga harus menjaga jalan, jembatan, bendungan, jaringan irigasi, sistem air minum, sanitasi, dan berbagai fasilitas publik yang sudah dimiliki.

Dalam pandangan Menteri Dody, infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik. Infrastruktur adalah alat untuk menggerakkan perekonomian, memperlancar distribusi barang, memperkuat ketahanan pangan, menyediakan air bagi masyarakat, membuka akses wilayah, dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar. Karena itu, pembangunan yang dilakukan Kementerian PU selalu ditempatkan dalam kerangka besar Asta Cita Presiden Prabowo.

Baca juga : Menteri PU Dikepung Isu Negatif, Pengamat Duga Serangan Balik Mafia Proyek

Jalan yang dibangun harus membuka akses menuju sentra produksi. Jaringan irigasi harus mengalirkan air sampai ke sawah. Bendungan harus memberikan manfaat bagi pangan, air baku, energi, dan pengendalian banjir. Infrastruktur permukiman harus menghadirkan air minum dan sanitasi yang lebih layak. Fasilitas pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi tumbuhnya generasi masa depan.

Tugas tersebut dijalankan dalam situasi yang tidak sederhana. Dinamika ekonomi global, perubahan iklim, meningkatnya risiko bencana, kebutuhan pembangunan yang terus bertambah, serta ruang fiskal yang terbatas mengharuskan pemerintah bekerja lebih selektif dan terukur.

Tidak semua kebutuhan dapat diselesaikan sekaligus. Tidak semua proyek dapat memperoleh anggaran pada waktu yang sama. Namun, anggaran yang tidak longgar bukan alasan untuk mengurangi tanggung jawab.

Justru dalam keadaan seperti inilah kepemimpinan diuji. Pemerintah harus mampu menentukan prioritas, memilih program dengan daya ungkit terbesar, mempercepat proyek yang telah siap, serta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan manfaat ekonomi.

Baca juga : Dukung Swasembada Pangan, Menteri PU Tancap Gas Bangun Irigasi dan Jalan Merauke

Sepanjang 2025, Kementerian PU menunjukkan kemampuan menjaga pelaksanaan program di tengah berbagai penyesuaian anggaran. Dari pagu akhir sebesar Rp112,13 triliun, realisasi keuangan mencapai Rp106,78 triliun atau 95,23 persen. Realisasi fisiknya mencapai 95,17 persen.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa perubahan kebijakan dan tekanan fiskal tidak menghentikan kerja pembangunan di lapangan. Pada sektor ketahanan pangan dan air, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 2025 menjangkau sekitar 589 ribu hektare. Pekerjaan ini merupakan bagian penting dari dukungan Kementerian PU terhadap agenda swasembada pangan Presiden Prabowo.

Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan menyediakan benih dan pupuk. Petani juga membutuhkan kepastian air, jaringan irigasi yang berfungsi, jalan produksi, dan perlindungan terhadap banjir.

Pada sektor konektivitas, Program Inpres Jalan Daerah telah menangani sekitar 1.151 kilometer jalan di 37 provinsi. Jalan-jalan tersebut memiliki arti strategis karena menghubungkan kawasan produksi dengan pasar, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membantu mengurangi kesenjangan akses antardaerah.

Baca juga : Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air Aceh Saat Musim Kemarau

Di bidang pembangunan sumber daya manusia, Kementerian PU turut mendukung penyiapan fasilitas Sekolah Rakyat dan renovasi berbagai sarana pendidikan. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa pekerjaan umum tidak hanya berkaitan dengan beton dan aspal. Infrastruktur juga merupakan fondasi bagi pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Memasuki 2026, arah kerja tersebut terus dijaga. Kementerian PU menempatkan ketahanan pangan dan air, konektivitas wilayah, layanan dasar, serta pembangunan prasarana strategis sebagai prioritas.

Hingga 31 Mei 2026, kemajuan fisik program telah mencapai 35,71 persen, lebih tinggi daripada realisasi keuangan sebesar 31,39 persen. Posisi ini menunjukkan bahwa pekerjaan di lapangan terus bergerak, meskipun pengendalian dan percepatan tetap harus dilakukan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense