BREAKING NEWS
 

Muktamar ke-35 NU Siap Digelar, Seluruh Materi dan Tata Tertib Rampung

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 24 Agustus 2026 10:53 WIB
Prof Asrorun Niam Sholeh. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pimpinan Tim Materi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Prof Asrorun Niam Sholeh, memastikan seluruh materi, jadwal, dan tata tertib Muktamar ke-35 NU telah rampung disiapkan.

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Alhamdulillah, seluruh materi Muktamar, jadwal, dan tata tertib sudah tuntas terselesaikan. Seluruh materi siap didistribusikan, dibahas, dan diputuskan dalam forum Muktamar ke-35 NU,” kata Katib Syuriyah PBNU tersebut, Senin (24/8/2026).

Materi Muktamar mencakup enam komisi utama, yakni Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah, Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah, Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah, Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.

Menurut Asrorun, keenam komisi tersebut mencerminkan luasnya spektrum perkhidmatan NU. Muktamar tidak hanya membahas persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat, tetapi juga merumuskan arah organisasi, program perkhidmatan, serta rekomendasi strategis bagi kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan.

Asrorun menyebut Muktamar ke-35 NU memiliki makna historis penting karena digelar dalam momentum satu abad sejak Muktamar NU pertama pada 21 Oktober 1926.

Pada masa awal tersebut, Muktamar NU menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk mengarungi jalan perkhidmatan jam'iyah.

Baca juga : Menag Buka Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Al-Quran

“Kini, seratus tahun kemudian, NU kembali bermuktamar dalam momentum yang hampir serupa: melakukan konsolidasi dan merumuskan arah perjalanan jam'iyah untuk satu abad berikutnya,” tegasnya.

Salah satu materi strategis yang akan dibahas adalah *Peta Jalan Perkhidmatan NU satu abad ke depan*. Peta jalan tersebut disusun dengan mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis yang berlangsung semakin cepat.

Perkembangan teknologi, transformasi sosial, ekonomi, demografi, dinamika kebangsaan dan global, hingga berbagai tantangan baru kehidupan umat menjadi aspek yang diperhitungkan dalam menentukan arah perkhidmatan NU.

Karena itu, Asrorun menilai Muktamar ke-35 tidak sekadar menjadi forum untuk menyelesaikan agenda organisasi lima tahunan. Muktamar juga diharapkan menjadi forum strategis untuk menyiapkan fondasi perjalanan NU memasuki abad kedua.

### Dari Mujaddid Personal ke Institusional

Adsense

Momentum satu abad NU juga dibaca melalui perspektif tajdid atau pembaruan. Asrorun mengutip hadis Nabi Muhammad SAW mengenai hadirnya sosok mujaddid pada setiap penghujung seratus tahun.

Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi inspirasi bagi NU dalam memasuki abad kedua.

Baca juga : Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Serangan Fajar Di Muktamar NU Ke-35

“Allah SWT mengutus sosok mujaddid di ujung setiap putaran seratus tahun, sosok pembaharu yang memimpin pembaruan perkhidmatan terhadap agama. Dengan siklus seratus tahunan ini, semoga Muktamar 2026 melahirkan mujaddid yang menjadi pelita di abad kedua perkhidmatan bagi agama, umat, dan bangsa,” tuturnya.

Dalam sejarah awal NU, spirit mujaddid tersebut dapat dimanifestasikan melalui sosok muassis, Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari, Rais Akbar NU. Ketokohannya menjadi fondasi penting dalam membangun jam'iyah dengan basis keilmuan, keulamaan, dan tradisi keagamaan yang kokoh.

Namun, memasuki abad kedua, tantangan zaman berubah secara fundamental. Karena itu, konsep mujaddid juga dinilai dapat bertransformasi dari *mujaddid personal pada era muassis menuju mujaddid institusional pada era digital*.

“Kalau pada awal pendiriannya sosok mujaddid itu bisa termanifestasi pada diri muassis, Rais Akbar Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, kini sosok mujaddid itu bisa menjelma menjadi sosok institusi, mujaddid kolektif,” jelasnya.

Mujaddid kolektif tersebut membutuhkan desain kelembagaan yang kuat. Syuriyah berperan sebagai kompas moral-keagamaan yang diisi figur *faqih, zahid, dan muharrik*. Sementara tanfidziyah menjadi eksekutif dan pelaksana kebijakan yang bekerja secara profesional dan teknokratis, dengan tetap berada dalam arah kebijakan Syuriyah.

Dengan konstruksi tersebut, pembaruan NU tidak hanya bergantung pada figur individual, tetapi dilembagakan menjadi kekuatan kolektif dan institusional.

Asrorun menegaskan akselerasi perubahan lingkungan strategis menuntut NU mampu membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan akar pada khazanah keislaman dan tradisi jam'iyah.

Baca juga : Jelang Muktamar ke-35, Seruan Tolak LPJ PBNU Mengemuka

Muktamar ke-35 menjadi ruang untuk mempertemukan kesinambungan tradisi dengan inovasi dalam menjawab perubahan.

“Abad kedua membutuhkan NU yang semakin kokoh secara jam'iyah, semakin kuat secara keilmuan, semakin profesional dalam tata kelola, dan semakin relevan dalam memberikan solusi bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Seluruh materi yang telah disiapkan selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan, pendalaman, musyawarah, dan pengambilan keputusan dalam forum Muktamar.

Muktamar ke-35 NU diharapkan menjadi momentum konsolidasi besar untuk memperkuat perkhidmatan NU kepada agama, umat, dan bangsa sekaligus meletakkan fondasi perjalanan organisasi memasuki seratus tahun kedua.

Muktamar rencananya dibuka Presiden Republik Indonesia pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense