RM.id Rakyat Merdeka - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi dipercaya memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu terpilih melalui rapat sembilan kiai anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Sebelum ditetapkan sebagai ketua umum, nama Gus Kikin juga menempati posisi teratas dalam penghitungan suara bakal calon ketum PBNU. Ia memperoleh 472 suara, mengungguli KH Zulfa Mustofa (262), KH Abdussalam Sochib (261), KH Yahya Cholil Staquf (258), dan KH Nusron Wahid (207).
Gus Kikin lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang, pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.
Baca juga : Muktamar Diwarnai Riak-riak Perdebatan, Ketua Umum NU Dipilih Tim AHWA
Dari garis keturunan, Gus Kikin merupakan cicit pendiri NU, KH Muhammad Hasyim Asy'ari. Ia juga memiliki hubungan keluarga dengan sejumlah tokoh pesantren, salah satunya KH Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Pendidikan pesantrennya ditempuh antara lain di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan kakeknya. Sementara pendidikan formalnya dimulai di Madrasah Ibtida'iyah Parimono pada 1963-1970, kemudian SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang.
Gus Kikin selanjutnya menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta pada 1975-1979. Pada 2013, ia kembali menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, Program Studi Ilmu Komunikasi.
Sebelum terjun penuh ke dunia pesantren dan organisasi NU, Gus Kikin memiliki pengalaman panjang di dunia pelayaran dan bisnis.
Baca juga : Tok, Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031
Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, ia bergabung dengan Djakarta Lloyd dan menjalani praktik pelayaran selama tiga tahun. Pada 1988, ia dipercaya menjadi Kepala Cabang Djakarta Lloyd di Cilegon.
Kariernya kemudian berkembang ke dunia usaha. Pada 1998, Gus Kikin mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya dan membuka kantor di Jakarta pada 2.000. Usahanya bergerak di sejumlah sektor, antara lain transportasi, pelayaran, kontraktor minyak, teknologi informasi, hingga media televisi.
Di sektor migas, Gus Kikin dikenal sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan yang mengelola South East Madura Block. Wilayah kerja tersebut mencakup kawasan Sumenep dan Situbondo, Jawa Timur.
Gus Kikin mulai semakin aktif dalam pengelolaan pesantren setelah dipercaya menjadi Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng pada 2016. Penunjukan itu dilakukan melalui musyawarah keluarga besar keturunan KH Muhammad Hasyim Asy'ari.
Baca juga : Gugur dari Calon Ketum PBNU Karena Aturan Jabatan Politik, Nusron Tak Masalah
Setelah KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah wafat pada 2020, Gus Kikin melanjutkan kepemimpinan Tebuireng dan menjadi pengasuh kedelapan pesantren tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, jaringan Pesantren Tebuireng berkembang hingga memiliki 15 cabang di berbagai daerah Indonesia.
Selain pesantren, Gus Kikin juga aktif dalam organisasi NU. Ia pernah menjadi salah satu Ketua Tanfidziyah PBNU pada 2022 dan kemudian dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Kini, Gus Kikin mendapat amanah lebih besar sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031. Pengalaman di dunia pesantren, organisasi, bisnis, dan pelayaran menjadi bagian dari perjalanan panjang tokoh yang masih memiliki garis keturunan langsung dengan pendiri NU tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.