RM.id Rakyat Merdeka - Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian kapal KM Aru Perdana 1 yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Selasa (15/9/2026). Memasuki hari kedelapan (H8), pencarian difokuskan pada sejumlah sektor yang sebelumnya telah disisir, dengan total area mencapai 3.962 mil persegi.
Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan, pencarian hari ini melibatkan 20 kapal yang dibagi ke dalam lima sektor. Selain unsur laut, operasi juga melibatkan personel yang bertugas di posko dengan total kekuatan mencapai 647 orang.
Baca juga : BAZNAS Salurkan Bantuan Bagi Keluarga Jurnalis Yang Hilang Di Selat Sunda
“Untuk luas area pencarian hari ini untuk tim yaitu 3.962 mil persegi. Untuk pembagian sektornya kita bagi di lima sektor. Kemudian alut yang terlibat itu ada 20 kapal,” kata Rizky, Selasa (15/9/2026).
Pencarian sektor A mencakup 1.026 mil persegi dengan KRI Gili Manuk dan KRI Leser. Sektor B seluas 780 mil persegi melibatkan KN SAR Antasena dan Kapal Polisi Sanjaya. Sektor C seluas 825 mil persegi melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Lepu dan KRI Kerambit. Sementara sektor D seluas 872 mil persegi melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Pahawang dan KAL Anyer. Adapun sektor F seluas 459 mil persegi disisir sejumlah kapal Basarnas, TNI AL dan Polairud.
Baca juga : Hari Ketujuh Pencarian, Warga Kembali Doakan Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto
Rizky melanjutkan, hingga H8 belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban. Sejumlah pulau yang diperkirakan menjadi lokasi kapal melakukan sandar darurat juga telah diperiksa, termasuk Pulau Sertung, Pulau Rakata dan Pulau Panjang. “Hasil masih nihil,” ujarnya.
Pencarian udara menggunakan Helikopter HR-3604 juga belum menemukan petunjuk. Helikopter tersebut saat ini standby di ATS Bogor dan siap dikerahkan apabila dibutuhkan. Sebelumnya, helikopter telah melakukan penyisiran selama sekitar dua jam dan hanya menemukan terpal berwarna oranye yang setelah diperiksa dipastikan bukan bagian dari kapal maupun penumpang yang dicari.
Baca juga : 7 Hari Nihil, Andra Soni Minta Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Diperpanjang
Di sisi lain, operasi SAR juga harus mempertimbangkan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi PVMBG, gunung tersebut masih tertutup kabut dan tidak terjadi erupsi. Namun, tercatat aktivitas vulkanik dangkal disertai tremor terus-menerus. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi tim SAR saat melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.
KM Aru Perdana 1 hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) di perairan Selat Sunda. Kapal tersebut membawa delapan orang, yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka melakukan perjalanan untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.