Dark/Light Mode

7 Hari Nihil, Andra Soni Minta Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Diperpanjang

Senin, 14 September 2026 22:04 WIB
Gubernur Banten Andra Soni saat menyampaikan keterangan pers di Posko SAR Nasional, Senin (14/9/2026). Foto: Pemprov Banten
Gubernur Banten Andra Soni saat menyampaikan keterangan pers di Posko SAR Nasional, Senin (14/9/2026). Foto: Pemprov Banten

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Banten Andra Soni meminta operasi pencarian delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dilanjutkan setelah tujuh hari pencarian belum membuahkan hasil.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang memimpin Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari setelah melakukan evaluasi pada Senin (14/9/2026).

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemprov Banten meminta Basarnas bersama Kepolisian Daerah (Polda) Banten, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten dan seluruh pemangku kepentingan melanjutkan operasi sesuai ketentuan yang berlaku. “Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga dukungan Polda Banten, Lanal Banten, dan seluruh pemangku kepentingan untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini,” kata Andra di Posko SAR Gabungan, Carita, Pandeglang.

Andra mengatakan permintaan tersebut juga didasarkan pada komunikasi dengan keluarga delapan orang yang hingga kini belum ditemukan, sementara pemerintah daerah terus memberikan pendampingan dan memastikan keluarga memperoleh informasi secara cepat dan akurat.

Baca juga : MT Mauhau Pertamina Evakuasi 16 Korban Virgo Transport 8 ke Basarnas

Ia menegaskan dukungan kepada keluarga akan terus diberikan selama proses pencarian berlangsung, termasuk dukungan moral agar mereka tetap menghadapi situasi tersebut. “Kita berikan dukungan moral, semangat, dan tentunya sama-sama kita berdoa agar operasi ini mendapatkan hasil yang maksimal,” lanjut Andra.

Operasi pencarian dimulai setelah speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026), sebelum kemudian hilang kontak.

Tim SAR Gabungan pada awal pencarian menyisir lokasi terakhir kontak dan wilayah perairan Selat Sunda, kemudian memperluas area operasi ke Pulau Rakata dan Pulau Panjang pada hari kedua untuk mengantisipasi pergeseran posisi perahu akibat arus laut.

Pada hari ketiga, operasi diperkuat dengan 11 kapal dan sekitar 300 personel yang menyisir kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang hingga Pulau Sertung melalui jalur laut dan udara.

Baca juga : 129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Dicari, 22 Kapal dan Pesawat Dikerahkan

Pada hari keempat dan kelima, area pencarian diperluas hingga lebih dari 3.200 mil laut persegi (NM²), termasuk pesisir Bengkunat, Lampung, dengan dukungan helikopter HR-3604 dan drone termal. Tim juga menemukan sejumlah material berupa jeriken, terpal, pelampung dan jaket untuk diidentifikasi keterkaitannya dengan para korban, sementara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mendeteksi pergerakan melalui jaringan operator seluler dan spektrum frekuensi.

Memasuki hari keenam, cakupan pencarian diperbesar menjadi sekitar 6.010 NM² berdasarkan prediksi pergeseran arus, tetapi hingga evaluasi hari ketujuh delapan orang tersebut belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten Al Amrad mengatakan evaluasi dilakukan dengan menggunakan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperkirakan pergerakan arus dan target pencarian. “Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh, sampai saat ini masih nihil. Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad.

Menurut Al Amrad, kabut menjadi salah satu kendala utama karena mengurangi jarak pandang dan menghambat penerbangan helikopter, sedangkan pencarian laut telah dilakukan hingga radius tiga kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau dengan tetap memantau aktivitas vulkanik.

Baca juga : Polda Banten: Terpal-Galon Aqua Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang

Tim SAR juga mengikuti prediksi pergeseran arus yang mengarah ke Samudra Hindia hingga memasuki wilayah Bengkulu. Dengan tambahan waktu tiga hari, seluruh unsur SAR Gabungan kembali dimaksimalkan untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih hilang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.