BREAKING NEWS
 

Mewawancarai Presiden Prabowo Di Hambalang (4-Selesai)

Tentang Meditasi Di Air & Buku Yang Membuat Menangis

Reporter & Editor :
RATNA SUSILOWATI
Minggu, 20 September 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat diskusi dengan jurnalis senior dan influencer dalam program Prabowo Menjawab, di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka bersama sejumlah wartawan senior lainnya, mewawancarai Presiden Prabowo di Hambalang, pekan lalu. Berikut ini adalah tulisan seri terakhir. Tentang buku yang menginspirasi, dan cara Presiden melakukan self healing melalui meditasi di air.

Kondisi kesehatan Presiden Prabowo sangat prima. Dalam video yang beredar, rekaman wawancara di Hambalang itu berlangsung selama 3 jam 40 menit. Aslinya, lebih lama dari itu. Dialog dengan Presiden berakhir menjelang tengah malam. Sebetulnya, Presiden masih bersemangat. Wajahnya pun tidak kelihatan lelah. “Sampai pagi saya ladeni,” canda Presiden.

Di penghujung malam, Rakyat Merdeka mengajukan pertanyaan terakhir. Yang ringan-ringan saja. Karena sejumlah pertanyaan sebelumnya, tergolong kategori berat. Rakyat Merdeka menanyakan buku-buku yang ada di ruang perpustakaan Presiden. Di sekeliling meja bundar, tempat kami berdialog, di bagian kanan kirinya, ada beberapa rak-rak kayu yang memanjang, dan tinggi. Semua berisi buku. Di lantai dua, sepanjang lorongnya juga ada rak-rak buku. “Saya nggak pernah hitung,” kata Presiden, saat ditanya jumlahnya.

Di kalangan keluarga, Prabowo dikenal hobi buku. Buku-buku milik ayahnya, Pak Mitro (Soemitro Djojohadikusumo) setelah meninggal dunia, dikirim ke Hambalang. “Jadi, ini sebenarnya, di sini tempat menampung buku. Tidak hanya dari keluarga, ada juga dari anaknya Jenderal, bahkan ada dari cucunya,” tutur Presiden. Salah satunya, ada buku yang diberikan oleh keluarga Jenderal AH Nasution. Cucunya yang memberikan buku kepada Prabowo.

Tapi, tak semua anggota keluarga Prabowo suka buku. “Ada juga saudara-saudara saya, yang anak dan cucunya tidak interested dengan buku,” katanya.

Buku apa yang sekarang sedang dibaca atau apa buku favorit Bapak? Presiden menjawab, hobi saya membaca sejarah, karena sejarah itu banyak manfaatnya.

Adakah buku yang mungkin sangat menginspirasi, sehingga bisa mengubah cara pandang Bapak terhadap sesuatu? Presiden menjawab, terus terang saja, ada ya. Bukunya tidak terlalu tebal. Tipis. Ditulis oleh, kalau tidak salah, orang Brazil. Paulo Coelho. Judulnya, Warrior of the Light. “Luar biasa buku itu. Singkat. Tapi, buku itu seperti berbicara. Ada pandangan-pandangan, yang merupakan ajaran hidup,” katanya.

Baca juga : Pendapatan Tumbuh 25%, TKD 715 T, APBN Sehat Walafiat

Presiden bercerita. Saat itu, sekitar tahun 1997-1999, ia dituduh macam-macam dalam kaitan tuduhan kudeta, penculikan, dan lain sebagainya. “Saya berada di titik nadir,” ujar Presiden, pelan.

“Saya mau kembalikan karier saya. Kakak saya waktu itu, Ibu Maryani, dia (memanggil). Bowo, ke sini. Saya mau kasih kamu buku ini. Buku ini sebetulnya tentang kamu,” cerita Prabowo, mengenang.

“Saya baca (buku itu). Terus terang saja saya keluar air mata. Seolah-olah dia (buku itu) bicarakan saya. Warrior of the Light. Ksatria Cahaya,” papar Presiden. Yang lalu disambung canda. Kalau ada Warrior of the Light, maka ada juga Warrior of the Dark. “Nah, yang dark side itu ya seperti Darth Vader (tokoh jahat dalam film Star Wars),” katanya.

Buku Warrior of The Light seperti membangunkan kesadaran. Bahwa seorang kesatria pun saat mengalami kekalahan, jatuh. Tetapi harus bisa menyadari, bahwa perjuangan belum selesai, sehingga harus berdiri dan berjuang lagi.

Warriors of light are not perfect. Their beauty lies in accepting this fact and still desiring to grow. The Warrior of the Light is a believer. Because he believes in miracles, miracles begin to happen. Because he is sure that his thoughts can change his life, his life begins to change. Pendekar kebenaran adalah seorang yang percaya. Karena ia percaya pada keajaiban, terjadilah keajaiban. Karena ia percaya pemikirannya bisa mengubah hidupnya, hidupnya berubah,” kata Presiden, mengutip kalimat-kalimat yang ia ingat dalam buku itu.

Presiden mengutip kalimat lainnya: “Seorang pendekar tidak boleh menurunkan kepalanya, agar ia dapat selalu melihat tujuan hidupnya. Untuk yakin atas jalan yang ia pilih, pendekar tidak perlu buktikan orang lain salah.”

Adsense

Sebagai Ksatria Cahaya, kata Presiden sambil mengutip lagi potongan kalimat dalam buku, “Saya tidak boleh bersedih. Saya tak boleh lelah. Kalau kamu lelah tidak apa-apa. Istirahat sebentar lalu bangkit lagi,” tegasnya.

Baca juga : Diwacanakan Presiden: Pelaku Karhutla=Teroris Ekologi

Tentang self healing dan melakukan me time, di waktu senggang, Presiden bercerita cukup panjang. Ia sekarang sudah sangat jarang berkuda. Sehingga waktu healing-nya, adalah berenang. “Berenang itu bagi saya sangat penting. Itu meditasi di air,” katanya.

Mengapa disebut begitu? Presiden pernah membaca teorinya. Saat kita embrio di kandungan ibu, itulah detik-detik dan awal kehidupan, kita semua dilindungi oleh cairan. Nah, fakta ini penting. “Artinya, kalau kita lelah, stres, maka mandi. Itu bisa membuat kita rileks lagi. Apalagi berenang,” ujarnya.

Selain berenang, me time lainnya adalah tidur. “Saya tidur. Bisa 10 menit, 15 menit atau 20 menit. Kelebihan saya, bisa tidur di mobil, di helikopter dan di pesawat. Quick nap,” katanya.

Setelah pertanyaan terakhir itu, sesi dialog pun berakhir. Presiden berdiri lalu menyalami kami. Satu demi satu. Semua lega, dapat mengakhiri sesi panjang wawancara hari itu dengan lancar.

Di samping meja bundar, ada meja panjang dan kursi-kursi. Tim Kepresidenan duduk di tempat tersebut, turut memantau dialog sepanjang hampir lima jam itu. Ada Angga Raka Prabowo (Wamenkomdigi), Prasetyo Hadi (Mensesneg), Sudaryono (Kepala BGN) dan Teddy Indra Wijaya (Sekretariat Kabinet). Juga hadir Muhammad Qodari (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah) dan Hasan Nasbi (Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi). Di lantai dua, Dirgayuza Setiawan (Asisten Khusus Presiden) juga sibuk dan gercep menyiapkan bahan, slide dan data.

Selepas dialog, Presiden rupanya malah melanjutkan bekerja lagi. Ia memanggil sejumlah menteri dan orang-orang dekatnya untuk bicara. Mungkin juga meeting.

Energi Presiden seolah tak ada habisnya. Salah satu resep semangatnya, bisa jadi karena kopi Hambalang yang luar biasa itu.

Baca juga : Kasus MBG, Kejagung Sudah Periksa 200 Saksi

(Untuk menonton versi video, silakan akses di kanal Youtube Rakyat Merdeka TV).

4 Jam, Presiden Prabowo Menjawab Pertanyaan Wartawan Senior, Tentang Situasi Nasional

(Part 1) 

https://www.youtube.com/watch?v=BBnxEJJkbdw&t=4989s

(Part 2) 

https://www.youtube.com/watch?v=RGwnbZPWOkE&t=5382s

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense