Sebelumnya
Pertimbangan kedua adalah rekam jejak Juri Ardiantoro di dunia akademik dan manajemen organisasi. Beliau pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Jabatan rektor menuntut lebih dari sekadar kecakapan ilmiah. Seorang rektor harus mengelola sumber daya manusia, menyusun perencanaan, mengatur keuangan dan administrasi, menjaga mutu layanan, serta membangun kerja sama dengan banyak pihak.
Seluruh kompetensi itu bersinggungan langsung dengan tugas seorang Sekjen. Pengalaman memimpin universitas yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama juga memberi nilai tambah tersendiri. Pengalaman itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan mengenal kultur NU, memahami kebutuhan warganya, dan terbiasa menerjemahkan nilai-nilai NU ke dalam tata kelola kelembagaan yang modern.
Baca juga : Pemilihan Ketum PBNU Lebih Sejuk & Bermartabat
Kombinasi ini penting, sebab organisasi keagamaan yang besar harus setia pada akar tradisinya sekaligus adaptif terhadap tuntutan zaman, termasuk dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas program.
Kualitas manajemen organisasi memang tidak selalu tampak dari luar, tetapi dampaknya terasa nyata: surat-menyurat yang tertib, koordinasi antarlembaga dan badan otonom yang jelas, pembagian tugas yang tegas, serta program yang berkesinambungan. Hal-hal inilah yang menentukan wibawa dan efektivitas sebuah organisasi.
Baca juga : FTKP UNU Cirebon Perkuat Kapasitas Usaha Poklahsar Mafaza Melalui Inovasi Olahan
Rekam jejak Juri Ardiantoro di lingkungan Nahdlatul Ulama jauh lebih panjang dan lebih luas ketimbang masa kepemimpinannya di UNUSIA. Perjalanan organisasinya bermula dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hingga Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), lalu berlanjut ke jenjang kepemimpinan Gerakan Pemuda Ansor sebagai Wakil Ketua dan kemudian Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, sebelum menduduki posisi Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor.
Di lingkup PBNU sendiri, ia pernah menjabat Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PBNU, A'wan PBNU, hingga Ketua PBNU, sebelum kemudian dipercaya sebagai Wakil Rektor dan Rektor UNUSIA.
Baca juga : “Kami Di Atas Politik”
Rangkaian jenjang kaderisasi dan kepengurusan ini menunjukkan bahwa dunia akademik bukan titik berangkatnya di Nahdlatul Ulama, melainkan salah satu babak dari perjalanan panjangnya berkhidmat di jam'iyyah, mulai dari organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, hingga struktur inti PBNU.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.