BREAKING NEWS
 

Akademisi Di Kursi Sekjen PBNU:

Menguatkan Sosialisasi Qanun Asasi Dan Tata Kelola Organisasi

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 22 September 2026 17:19 WIB
Lambang Nahdlatul Ulama (NU). Foto: NU Online

 Sebelumnya 
Pertimbangan ketiga menyangkut independensi politik. Sejak lama Nahdlatul Ulama menegaskan posisinya sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah yang berkhidmat kepada umat dan bangsa, bukan kendaraan kepentingan partai tertentu.

Semangat kembali ke khittah 1926 itu menuntut para pengurusnya menjaga jarak yang sehat dari politik praktis. Dalam kerangka tersebut, sosok Sekjen yang profesional dan tidak terafiliasi partai politik manapun memiliki nilai strategis.

Ia lebih leluasa menjaga netralitas organisasi, sehingga kebijakan PBNU dapat dipandang murni sebagai ikhtiar untuk kemaslahatan jam'iyyah dan umat. Ia juga dapat menjalin komunikasi dengan berbagai pihak secara setara tanpa dibebani kepentingan politik tertentu, serta memberi ketenangan bagi warga NU yang majemuk dalam pilihan politiknya.

Baca juga : Pemilihan Ketum PBNU Lebih Sejuk & Bermartabat

Profesionalisme sendiri berarti bekerja berdasarkan kompetensi, aturan, dan etika organisasi, bukan berdasarkan kedekatan atau kepentingan sesaat. Sekjen yang profesional akan menempatkan program dan pelayanan kepada warga sebagai prioritas utama, serta menjaga agar roda organisasi berjalan sesuai kaidah yang disepakati bersama.

Selain itu, organisasi keagamaan yang besar memikul amanah kepercayaan publik. Warga menaruh harapan bahwa PBNU dikelola dengan tertib, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Kepercayaan itu dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten: kebijakan yang dikomunikasikan dengan jelas, tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan, dan pengurus yang bekerja berdasarkan prosedur.

Baca juga : FTKP UNU Cirebon Perkuat Kapasitas Usaha Poklahsar Mafaza Melalui Inovasi Olahan

Sekjen memegang peran kunci dalam merawat kepercayaan tersebut, karena di tangannya administrasi, koordinasi, dan pelaksanaan program berjalan setiap hari. Figur yang terbiasa dengan disiplin akademik dan tata kelola kelembagaan berada pada posisi yang baik untuk menjaganya.

Tentu penentuan susunan pengurus tetap berada dalam mekanisme dan kebijaksanaan para ulama serta jajaran pimpinan NU. Namun, gagasan agar akademisi yang berintegritas turut memperkuat kerja-kerja organisasi patut diberi ruang dalam pertimbangan.

Juri Ardiantoro membawa tiga modal yang saling berkaitan: latar belakang akademik yang dapat memperkuat sosialisasi Qanun Asasi, pengalaman sebagai rektor UNUSIA yang menunjukkan kemampuan manajemen organisasi, dan sikap profesional yang tidak terafiliasi partai politik sejalan dengan semangat khittah NU.

Baca juga : “Kami Di Atas Politik”

Apabila nilai-nilai luhur para pendiri disosialisasikan dengan baik dan organisasi dikelola secara profesional, Nahdlatul Ulama akan semakin kokoh berkhidmat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Penulis adalah Wakil Sekretaris MUI dan aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Hamam Asy'arie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense