Sebelumnya
Didiek juga berterima kasih atas disediakannya bus gratis oleh pemerintah pusat dan daerah, yang dapat membantu mengurangi antrean di stasiun KRL. Serta memudahkan para calon penumpang KRL, yang bekerja di DKI.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Daerah beserta jajarannya, yang telah mendukung penuh ketertiban penyelenggaraan angkutan KRL. Termasuk, membantu menyediakan bus-bus gratis di berbagai stasiun untuk melayani masyarakat yang ingin ke ibu kota,” ujar Didiek.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan SE DJKA No 14 Tahun 2020, kapasitas KRL dibatasi maksimal sebanyak 45 persen. Atau hanya 74 penumpang per kereta.
Selain itu Didiek juga memberikan apresiasi kepada penumpang KRL, yang sudah tertib saat melakukan antrean tap in masuk ke peron. Serta mematuhi semua prosedur yang diterapkan di Stasiun Bogor.
Baca juga : Malam-malam, Dirut KAI Edi Sukmoro ke Stasiun Pasar Senen
“Dengan pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat, kereta api dapat menjadi moda transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan bagi para penumpang,” tutup Didiek.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi 50 bus sekolah yang dikirimkan ke beberapa stasiun. Agar dapat digunakan oleh para calon penumpang KRL, yang ingin ke Jakarta.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, meski terdapat kepadatan penumpang, namun antrean di Stasiun Bogor lebih tertata. Menurutnya, KAI dan KCI telah menerapkan sistem antrean yang jauh lebih baik, sehingga penumpang tidak menumpuk. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.